Feby Deru Kenalkan Kain Batik Durian di Pameran Kriyanusa 2019

Feby Deru (kanan) menggunakan busana kain batik durian tampil di ajang pameran Kriyanusa 2019 di Jakarta, Kamis (12/09/2019). Foto: humas pemprov sumsel

JAKARTA, PALPOS.ID – Meski hanya tampil sekitar 20 menit, Ketua Dekranasda Sumsel Hj Feby Deru mengaku sangat puas menyaksikan penampilan Dekranasda Kota Lubuk Linggau yang terpilih mewakili Provinsi Sumsel dalam ajang peragaan busana pada Pameran Kriyanusa hari kedua di Balai Kartini Jakarta, Kamis (12/09/2019).

Ia berharap semangat Dekranasda kota Lubuk Linggau tersebut dapat menginspirasi kabupaten/kota lainnya di Sumsel untuk lebih termotivasi mengembangkan kain tradisional dan kerajinan mereka di daerah.

“Tahun ini Kota Lubuk Linggau, tahun depan kalau bisa giliran kabupaten/kota yang lain. Mulai sekarang kita memang harus lebih  bersemangat mengembangkan kain-kain tradisional. Kain kita kan banyak ada batik, jumputan, limar dan songket. Gali terus kreatifitas kita di daerah serta lakukan inovasi. Saya yakin kain-kain Sumsel yang sangat indah ini bisa bersaing dan diminati masyarakat umum lainnya. Tadi kan bisa dilihat setelah diperagakan ternyata kain kita dari Lubuk Linggau tidak kalah dengan kain dari daerah lain,” ujar Feby bersemangat.

Dikatakan Feby, momen keikutsertaan peragaan busana seperti ini sayang jika dilewatkan karena dengan cara inilah daerah bisa mengangkat kain lokal agar lebih dikenal secara nasional. Karena itu pula Ia tak segan memboyong 7 kabupaten kota se Sumsel yang memang siap untuk ikut pameran Kriyanusa 2019 pada 11-15 September di Balai Kartini Jakarta.

Di tempat yang sama, Ketua Dekranasda Kota Lubuklinggau Yeti Oktarina mengaku tak butuh waktu terlalu lama untuk melakukan persiapan peragaan busana.

Dikatakan Yetti, kain batik durian dan songket yang ditampilkan itu semua sudah dipatenkan sekitar tahun 2016. Tujuannya tak lain untuk menjaga kekayaan intelektual di Kota Lubuk Linggau.

“Sekarang batik durian ini semakin berkembang di daerah. Bahkan diminati masyarakat. Semoga ini menjadi permulaan kami untuk terus mempopulerkan kain ini dan mengembangkannya menjadi kain kebanggaan Lubuk Linggau,” jelasnya. (bar)