Tak Sependapat dengan Replik Oditur Militer

Prada DP saat mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (12/09). Foto: Mizon/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Prada Deri Pramana terhadap kekasihnya Fera Oktavia di Pengadilan Militer I-04 Palembang, dengan agenda pembacaan duplik atau tanggapan atas replik Oditur Militer I-04 Palembang, kuasa hukum Prada Deri tetap tak sependapat dengan tuduhan unsur kesengajaan dan berencana yang dilakukan terdakwa.

Menurut Mayor Chk Suherman, berdasarkan fakta hukum selama persidangan, unsur dengan sengaja dan berencana tidak terbukti, maka dari itu pihaknya tetap pada nota pembelaan (pledoi) yang telah disampaikan sebelumnya.

“Fakta hukum di persidangan, bahwa Oditur tidak mencermati secara utuh pembelaan kami. Unsur siapa terpenuhi kami sependapat. Tapi dengan sengaja tidak betul dikehendaki terdakwa,” ucapnya, Kamis (12/09).

Sedangkan mengenai unsur berencana menurut Oditur, pihaknya juga tidak sependapat, karena perbuatan itu spontanitas setelah terdakwa emosi mendengarkan perkataan korban.

“Terdakwa juga sama sekali memberikan keterangan meminta tolong kepada pamannya, Dodi untuk menghilangkan jejak dan jika sejak awal ingin membunuh berencana tidak perlu harus ke penginapan,” imbuhnya.

Begitu juga dengan unsur berencana dengan melarikan diri dari pusat pendidikan, dirinya melanjutkan, ini kesalahan besar. Karena dari keterangan terdakwa dan saksi, jika hubungan dengan korban baik-baik saja dan kalau ribut baikan lagi.

“Untuk majelis hakim kami mohon dapat mempertimbangkan pembelaan dan duplik kami, bahwa tentang berencana tidak dipenuhi,” tandasnya.

Usai pembacaan duplik dari kuasa hukum terdakwa, majelis hakim yang diketuai Letkol Chk Khazim langsung menutup persidangan dan akan dilanjutkan dua pekan kedepan dengan agenda pembacaan putusan.

“Apapun yang disampaikan Oditur dan kuasa hukum adalah hak konstitusional dan menjadi pertimbangan majelis hakim. Pemeriksaan ditutup, kami akan bermusyawarah untuk menyatakan putusan 26 September,” tutup majelis hakim. (zon)