Dua Tahun Buron, Residivis Baru Takluk Setelah Dipelor

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Keri Yadi (27), pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) terpaksa dihadiahi sebutir timah panas oleh Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Prabumulih Barat pimpinan Kanitreskrim Ipda Darmawan. Alasan polisi, karena tersangka berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Warga Jalan Bukit Lunjuk Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih ini, ditangkap saat sedang bekerja sebagai buruh bangunan di kawasan Jalan Bukit Lunjuk tak jauh dari rumahnya, pekan lalu sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi dari kepolisian, penangkapan terhadap residivis bobol rumah dan pencurian motor ini bermula dari laporan korban bernama Dedi Saputra (27), warga Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara, di SPK Polsek Prabumulih Barat pertengahan Desember 2017 yang lalu.

Dalam laporannya korban menuturkan, rumah miliknya disatroni maling. pelaku berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga miliknya. Menindaklanjuti laporan itu, tim opsnal unit reskrim Polsek Prabumulih Barat langsung melakukan penyelidikan.

Dua tahun melakukan penyelidikan, petugas berhasil mendapatkan informasi jika Keri pelaku pencurian sudah keluar dari persembunyiannya. Petugas pun langsung melakukan pengintaian, setelah memastikan keakuratan informasi tersebut petugas melakukan penyergapan terhadap residivis tersebut.

Namun bukannya menyerah, Keri justru melarikan diri. Tak ingin buruannya lolos lagi, polisi langsung melakukan pengejaran sembari memberikan tembakan peringatan ke udara. Karema tak digubris tersangka, akhirnya tembakan diarahkan ke kaki residivis itu.

Tak pelak, sebutir timah panas tepat bersarang di kaki kanan pria yang memiliki tato di dada dan tangan kirinya ini. Selanjutnya guna kepentingan penyidikan, tersangka langsung digelandang ke Mapolsek setelah sebelumnya diobati lukanya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Mursal Mahdi didampingi Kanitreskrim, Ipda Darmawan SH ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya berhasil menangkap buronan kasus pencurian dengan pemberatan tersebut.

“Tersangka kita berikan tindakan tegas terukur, lantaran mencoba melarikan diri saat dilakukan penyergapan,” kata Darmawan, Minggu (15/09).

Dia menegaskan, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian diserta pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (wan)