Geluti Bisnis Narkoba, Pendekar ‘Mata Satu’ Diringkus

Pendekar dan Ismed ketika digiring ke Mapolres Lahat, Selasa (17/09). Foto: Arif/Palpos.id

LAHAT, PALPOS.ID – Lantaran ulahnya menggeluti bisnis haram narkoba jenis sabu-sabu sejak lima bulan terakhir, membuat Dodi alias Pendekar (45), warga Desa Tanjung Aur, Kecamatan Kikim Tengah, Kabupaten Lahat, diringkus anggota Satnarkoba Polres Lahat.

Setelah diintrogasi, Pendekar dengan ciri khas rambut dikuncir dan memiliki luka codet di wajah sebelah kanan serta bola mata kanan palsu, mengaku menjalankan bisnis sabu-sabu berdua dengan kakak kandungnya yakni, Ismed Riadi (47).

Penangkapan terhadap keduanya berawal dari informasi yang diterima Satnarkoba tentang aktivitas transaksi narkoba yang dilakukan Pendekar. Kemudian ditindaklanjuti dan berhasil membekuk tersangka di rumahnya, Minggu (15/09). Saat digeledah, polisi menemukan satu paket sabu seberat 2,6 gram dari dalam saku celana Pendekar.

Tidak sampai di situ, polisi juga menggeledah kediaman bapak dua anak tersebut, dan menemukan barang bukti  berupa dua butir pil ekstasi serta uang tunai Rp49 juta yang diduga hasil penjualan narkoba dari atas lemari di kamar tidurnya.

“Kuat dugaan tersangka ini bandar di wilayah Kikim,” ujar Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, didampingi Kasatnarkoba, AKP Bobby Eltarik, Selasa (17/09).

Ketika diintrogasi anggota Satnarkoba, Pendekar mengaku jika sisa sabu miliknya dititipkan kepada Ismed, kakak kandungnya yang bekerja sebagai sopir dump truk dan tinggal di rumah orang tuanya di desa yang sama. Tak menunggu lama, polisi langsung bergerak ke rumah yang dimaksud dan berhasil meringkus tersangka Ismed, serta mengamankan barang bukti 20 paket sabu dengan berat 54,42 gram.

“Selain kedua tersangka, orangtuanya juga kita bawa ke kantor untuk dimintai keterangannya sebagai saksi,” jelasnya menambahkan, untuk barang bukti masih dikembangkan dari mana pelaku mendapatkannya.

Sementara, Pedekar mengaku kalau narkoba tersebut didapat dengan cara membeli dari sseorang di daerah Air Itam, Kabupaten PALI, Rabu (11/09) lalu. Kemudian, ia menyuruh tiga orang kaki tangannya untuk mengedarkan sabu-sabu tersebut khusus di wilayah Kikim Area.

“Baru lima bulan, Pak. Saya jualan sekaligus untuk pakai sendiri,” katanya. (ari)