Ribuan Warga Geruduk Kantor Bupati Muba

Ribuan warga yang berunjuk rasa di depan kantor Bupati Muba mendesak pencabutan maklumat bersama soal larangan penyulingan minyak tradisional. foto : romi boy/palpos.id

SEKAYU, PALPOS.ID – Pascaterbakarnya penyulingan minyak ilegal di Desa Sugiwaras Kecamatan Babat Toman, terbit maklumat larangan dan penindakan hukum secara tegas terhadap pelaku ilegal drilling di Bumi Serasan Sekate.

Maklumat bersama Bupati Muba, Kapolres dan Dandim 0401/Muba beredar di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin. Dampaknya, seluruh pemilik dan pengelola sumur bor tanpa izin dan penyulingan minyak tradisional di Muba terancam hilang mata pencaharian.

Buntutnya, ribuan warga menyambangi Kantor Bupati Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (17/09). Ribuan yang terdiri atas  pemilik dan pengelola sumur bor dan penyulingan minyak tradisional tersebut berasal dari Kecamatan Sanga Desa, Babat Toman, Lawang Wetan, Keluang, Plakat Tinggi dan Batang Hari Leko.

Koordinator aksi, Hendi Sofyan  meminta agar mencabut maklumat bersama dan mencari solusi terkait rencana penutupan ilegal drilling dan penyulingan minyak tradisional.

“Saudara-saudaraku kita semua satu visi, cabut maklumat bila perlu,” kata Hendy saat berorasi di depan kantor Bupati Muba.

Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex bersama Kapolres Muba, Dandim 0401/Muba, menemui para pendemo dan menyampaikan agar mengirim beberapa perwakilan duduk bersama untuk mencari solusi.

“Maklumat tersebut sampai sekarang masih kita berlakukan. Namun kita carikan solusi tapi dengan hati yang tenang dan tindakan yang sesuai dengan undang-undang.  Saya minta perwakilan agar duduk bersama dan berunding. Setuju,” ujar  Dodi.

Kemudian beberapa perwakilan dari enam kecamatan  masuk ke ruang rapat Serasan Sekate Pemkab Muba duduk bersama guna mencari solusi terkait tuntutan warga.

Sejauh ini, belum diketahui solusi dari pertemuan antara perwakilan warga dengan Bupati Muba tersebut. (rom)