Sukses di Palembang, OYO Hotels Lirik Kota Kabupaten

Paparan Edy Tan, Region Head Sumatra OYO Hotels & Homes Indonesia, Senin (23/09/2019). Foto: ist/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Semenjak resmi beroperasi di Palembang pada Oktober tahun lalu, OYO Hotels and Homes Indonesia (OYO), jaringan hotel terbesar di Indonesia yang dilihat dari data jumlah kamar, menunjukkan pertumbuhan signifikan. Untuk itu, OYO mulai melirik kota kabupaten yang ada di Sumatera Selatan.

Dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, lebih dari 50 hotel dengan 1.500 kamar, telah bergabung sebagai mitra OYO di Palembang. OYO juga telah menjadi pilihan akomodasi favorit pelanggan dengan total 63.000+ pemesanan sampai dengan pertengahan kuartal III ini. Jika dihitung rata-rata pemesanan per harinya, maka ada kenaikan sebesar 16 persen dibandingkan kuartal II 2019.

Region Head Sumatra OYO Hotels & Homes Indonesia, Edy Tan, Senin (23/09/2019) menuturkan, pertumbuhan di Palembang yang signifikan ini turut berkontribusi pada pencapaian OYO secara nasional yang sangat pesat dan telah memasuki babak baru.

Sampai dengan akhir Agustus 2019, OYO mantap memimpin industri perhotelan di Indonesia dengan memiliki lebih dari 1.000 hotel, 27.000 kamar, 1.200 mitra pemilik hotel, yang tersebar di 100 kota dan telah melayani 5 juta pelanggan dari Sabang sampai Kupang. Pencapaian ini berhasil diraih lebih cepat dari target awal OYO, yaitu untuk hadir di 100 kota pada akhir tahun 2019.

“Kami menyadari besarnya potensi perkembangan industri perhotelan di Palembang dan kami juga sangat percaya diri dengan pertumbuhan kami di daerah ini. Kami juga tengah mempersiapkan property di luar kota Palembang yakni dikota Kabupaten,” paparnya.

Sedangkan Ketua PHRI Sumatera Selatan, Herlan Aspiudin mengatakan, sebagai pelaku industri perhotelan, pihaknya berharap kehadiran OYO di Palembang dan Sumatera Selatan dapat turut meningkatkan geliat sektor perhotelan di wilayah ini. “Sekaligus membantu para pebisnis hotel lokal. Kedepannya, kami dari PHRI pun terbuka akan berbagai kerja sama yang dapat disinergikan guna menarik jumlah wisatawan datang ke Bumi Sriwijaya ini,” pungkas Herlan. (har)