Daging Babi Dijual ke Rumah Makan di Banyuasin

Kedua tersangka penjual daging babi alias rusa palsu yang diamankan, Selasa (24/09/2019). Foto: ron/hb/fin/net

BANYUASIN, PALPOS.ID – Masyarakat Kabupaten Banyuasin khususnya yang tinggal di Kota Pangkalan Balai dan sekitarnya, harus waspada. Sebab ada pemasok daging ke beberapa rumah makan (RM) di Kabupaten Banyuasin yang meresahkan.

Dimana sang pemasok itu mengaku kalau yang dijual ke RM tersebut adalah daging rusa. Akan tetapi, setelah diamankan polisi, sang pemasok daging itu baru mengakui jika daging yang dijual ke rumah makan bukanlah daging rusa, melainkan daging babi hutan alias celeng.

Kasus ini terungkap setelah kedua tersangka pemasok daging celeng itu dibekuk jajaran Satreskrim Polres Banyuasin. Adalah Dedi alias Robet dan Febriansyah, kedua tersangka dimaksud. Kedua tersangka diciduk, Kamis (19/09/2019) yang lalu, saat keduanya membawa daging rusa palsu pesanan Edo (Saksi) di Jalan Merdeka Kelurahan Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin III.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk saat press rilis di halaman Mapolres Banyuasin, kemarin mengatakan, penangkapan kedua tersangka bermula saat anggota Polres mengamankan Edo yang merupakan pembeli daging rusa palsu (diduga daging babi,red) seberat 24 kilogram.

“Edo ini tidak mengetahui kalau yang dia beli itu daging babi, dan menganggap bahwa yang dia beli adalah daging rusa. Untuk memastikan itu, anggota meminta Edo memesan kembali daging rusa tersebut kepada kedua tersangka seberat 40 kilogram. Setelah diinterogasi, kedua tersangka mengakui bahwa yang dijual adalah daging babi,” jelas Kapolres.

Lanjut dia, untuk memperkuat pembuktian, jajaran Satreskrim Polres Banyuasin menggeledah kediaman tersangka. Di sana polisi menemukan kepala babi. Selain itu, untuk memperkuat pembuktian bahwa itu benar daging babi dilakukan uji laboratorium.

Dijelaskan kapolres, kedua tersangka sudah menjual daging babi tersebut sejak 3 minggu yang lalu. Daging tersebut didapat dari seorang penjual bernama Situmorang dengan harga Rp 20 ribu/kilogram. Sementara kedua tersangka menjual daging itu dengan harga Rp 50 ribu/kilogram. (ron/hb/fin/mal)