Empat ASN dan Seorang Sopir Bentor Pecandu Sabu Direhab

Kasi Berantas BNNK Ogan Ilir, Jhon Lee, memberikan keterangan pers kepada awak media, Rabu (25/09). Foto: din/Palpos.id

INDRALAYA, PALPOS.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Ilir memutuskan melakukan rehabilitasi terhadap empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ogan Ilir yang terbukti positif mengkonsumsi narkoba.

Keempat ASN narkoba yang bertugas di BPKAD Ogan Ilir tersebut, PH alias IC (34), RF alias IK (33), RS 30) dan EP (29). Selain itu, diamankan juga seorang sopir bentor berinisial BR (32).

Alasan BNNK memberikan rehab kepada mereka karena tidak ditemukan barang bukti saat dilakukan penggeledahan. Maka dari itu, kelima pemuja narkoba tersebut dianggap sebagai korban sehingga harus direhabilitasi.

Kepada awak media, Kasi Berantas BNNK Ogan Ilir, Jhon Lee menjelaskan, sebelum dilakukan penggerebekan, Selasa (24/09), sekitar pukul 13.00 WIB, petugas BNN mendapat informasi bila di salah satu rumah di komplek Bhakti Guna Desa Tanjung Seteko Kecamatan Indralaya, sering banyak orang berkumpul.

“Setelah mendapat informasi itu, kita langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun kala itu pesta narkoba sudah usai. Kita hanya  menemuka  dua ASN yakni, PH dan RF, lalu dilakukan penggeledahan. Dari keduanya hanya ditemukan bong atau alat hisap sabu,” jelasnya.

Kemudian di saat peggeledahan berlangsung, lanjut Jhon Lee, datang sopir bentor, BR masuk ke rumah yang diduga ikut pula pesta narkoba sebelumnya. Beberapa saat kemudian, datang lagi lagi dua ASN, FS dan EF yang dilaporkan terlibat mengkonsumsi barang haram tersebut.

“Atas dugaan telah melakukan pesta narkoba, akhirnya ke empat oknum ASN dan tukang bentor itu digelandang ke Kantor BNN Kabupaten Ogan Ilir untuk dilakukan tes urine. Hasilnya ternyata ke lima orang tersebut positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu,” jelas Mantan Waka Polres Ogan Ilir tersebut.

Sayangnya pada saat merilis beritanya, para pecandu narkoba tersebut lebih dulu diberangkatkan ke lokasi rehabilitasi di Kota Pagaralam.

“Sudah kita berangkatkan untuk direhabilitasi dan atas permintaan keluarga mereka memilih ke Kota Pagaralam,” ujarnya. (sul)