Jelang Pilkades, Kades Seleman Ditahan

Kades Desa Seleman digiring menuju mobil tahanan Kejari Muara Enim, Rabu (25/09). Foto: lukman/Palpos.id

MUARAENIM, PALPOS.ID – Mimpi buruk bagi oknum Kepala Desa (Kades) Seleman Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim berinisial WW (34).

Sehari jelang Pilkades serentak di 102 desa  dalam Kabupaten Muara Enim, calon kades inkumben ini  ditahan penyidik Kejari Muara Enim, Rabu (25/09), sekitar pukul 15.30 WIB.

Kades petahana ini ditahan karena diduga terlibat kasus korupsi penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) 2016, 2017 dan 2018 dengan total kerugian negara lebih Rp 422 juta.

Penahanan tersebut dilakukan penyidik Kejari setelah sebelumnya, tersangka menjalani pemeriksaan. Penyidikan perkara dugaan korupsi tersebut memakan waktu hampir satu tahun lebih.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muara Enim, Mirnawati SH, didampingi Kasi Pidsus Taufik Fauzi, dan Kasi Intel Fariz  Oktan SH, kepada awak media mengatakan, penahanan tersangka setelah penyidik mempunyai alat bukti yang cukup dan hasil audit BPKP.

Dalam perkara ini, lanjut Kajari, tersangka disangkakan dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 18, pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurutnya, dugaan korupsi adanya penyimpangan dilakukan tersangka dalam pengelolaan dana desa dan alokasi dana Desa Selemen tahun 2016, 2017, 2018 tersebut.

Dugaan penyimpangan tersebut, lanjutnya, meliputi adanya kelebihan bayar yang tak sesuai dengan realisasi pekerjaan, pencairan dana yang tidak ada bukti pertanggung jawaban pekerjaan dan kegiatan fiktif. “Akibat perbuatan tersangka, negara diduga dirugikan Rp 422.545.341,” jelasnya.

Dijelaskannya, dana desa dan alokasi dana desa yang dikorupsi diantaranya penyalahgunaan pembangunan bronjong yang sama sekali tidak ada pembangunannya setelah cek ke lapangan. Pengadaan bibit pohon pinang tidak sampai kepada kelompok tani serta pembangunan gedung PAUD. (man)