Deklarasi Komunitas Pecinta Megalit di Kota Pagaralam

Deklarasi Komunitas Pecinta Megalit di Situs Megalit Tebing Tinggi, Kelurahan Lubuk Buntak, Selasa (01/10/2019). Foto efvhan/Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Saat ini, kondisi sebaran megalit di wilayah Pagaralam, perlu perhatian khusus. Mengingat keberadaannya masih banyak kurang terawat bahkan sudah rusak. Hal ini menjadi sorotan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pagaralam, Cholmin SPd MPd.

“Tidak hanya dilestarikan saja. Juga perlu untuk dikembangkan lagi (dipromosikan, Red) sebagai asset di sektor wisata,” ujar Cholmin, Selasa (01/10/2019). Dalam hal ini sebutnya, tidak hanya peran Disdikbud saja, juga dinas terkait.

Tidak terlepas dari itu, hadirnya Komunitas Pecinta Megalitik yang baru saja mendeklrasikan bertempat di Situs Megalit Tebing Tinggi Kelurahan Lubuk Buntak Kecamatan Dempo Selatan. “Komunitas ini diharapkan menjadi wadah untuk melestarikan megalit (asset budaya, Red), mengembangkannya,” ujar Cholmin.

Yang jelas, untuk menjaga serta mempromosikan keberadaan situs megalit ini, Disdikbud akan berbuat semaksimal mungkin. “Bersama dengan komunitas ini, kita akan kembali duduk bersama membahas mengenai kelestarian mengalit yang ada di Pagaralam,” katanya.

Sementara Refdinal, penasehat Komunitas Pecinta Megalit Kota Pagaralam menyampaikan, adanya wadah ini bisa berperan aktif dalam upaya pelestarian dan mengembangkan keberadaan benda cagar budaya yang ada. “Serta dimanfaatkan sesuai dengan amanat UU No 11 tahun 2010 tentang cagar budaya,” terangnya.

Komitmen deklarasi komunitas ini kata Refdinal, sadar dan menyadari megalit besemah adalah warisan leluhur sebagai pembentuk identitas dan jati diri bangsa. Mengenali dan mempelajarinya sebagai pembentuk karakter. “Menjalin kerjasama komunitas pelestari warisan leluhur serta memanfaatkannya sebagai sumber pengetahuan,”  pungkasnya.  (faj)