Limbah Medis Bakal Menumpuk di Kabupaten Lahat

Ilustrasi. Foto: ist/net

LAHAT, PALPOS.ID – Limbah medis yang dihasilkan di Kabupaten Lahat terancam menumpuk. Sebab mesin insinerator milik Dinkes Lahat dalam keadaan rusak, sehingga tidak bisa melakukan pemusnahan sendiri. Solusinya, harus bekerjasama dengan pihak ketiga, mulai dari pengangkutan hingga pemusnahan limbah medis tersebut.

“Pihak ketiga minta minimal 100 kilogram limbah medis dalam sekali angkut. Jumlah itu sangat banyak. Jadi dealnya hanya 75 kilogram sekali angkut, itu juga 6 bulan sekali,” ungkap Kasi Kesling Dinkes Lahat, Tuti, via seluler, Senin (01/10/2019).

Catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat, dari 2 rumah sakit, 16 Puskesmas, 10 klinik, 1 bidan, 1 Labor Dinas Kesehatan, dan 1 PMI, menghasilkan limbah medis 10 kilogram per bulan. Hanya saja, sebelum diangkut untuk dimusnakan pihak ketiga, limbah medis yang dihasilkan binaan DLH Lahat tersebut disimpan di tempat khusus.

Tetapi saat ini semua gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat dalam status penuh. Sehingga limbah medis yang dihasilkan dari aktivitas medis di Kabupaten Lahat tersebut disimpan di masing-masing Puskesmas dan Klinik. “Selama ini baru Puskesmas Bandar Jaya dan Puskesmas Merapi 1 yang ada kerjasama sama pihak ketiga untuk pengangkutan,” pungkasnya. (ari)