4.500 Hektare Lahan Terbakar, KLHK Segel PT DGS

Pengumuman penyegelan lahan PT DGS yang dilakukan KLHK, Kamis (03/10/2019). Foto: ist/net

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI menindak tegas kasus kebakaran hutan kebun dan lahan (Karhutbunlah).

Kamis (03/10/2019), Dirjend Gakkum KLHK RI, melakukan penyegelan lahan konsesi seluas 4.500 hektare berdasarkan citra satelit yang masuk izin usaha PT Dinamika Graha Sarana (DGS). Lahan disegel tersebut berlokasi di Desa Penyandingan Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI.

Demikian ditegaskan Direktur Pengaduan Pengawasan Penerapan dan Sanksi Adminstrasi, sekaligus Ketua Satgas Gakkum Karhutbunlah KLHK Dr Sugeng Priyanto, kepada wartawan, kemarin.

Sugeng mengatakan, lahan yang terbakar merupakan semak belukar lahan kosong dan tanaman tebu di luar area PT DGS. Namun, sebagai pemegang konsesi sesuai undang-undang mereka (PT DGS) harus bertanggungjawab dengan lahan terbakar ini, baik kerusakan ekologis maupun proses penegakan hukum.

Untuk di Sumsel sendiri sejak Agustus hingga saat ini sudah ada tujuh perusahaan yang disegel lokasinya di tiga daerah yakni Muba, Mura, OKU dan OKI. Dengan inisial PT WAG di OKI, PT MBJ di OKI, PT DIL di Musi Rawas (Mura),  PT TIAN di Musi Rawas, PT DGS di OKI, LPI itu di OKU, HBL Muba dan satu lagi masih dalam proses.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKI Drs H Alamsyah MSi, membenarkan penyegelan tersebut dan mereka mendapatkan pemberitahuan adanya lahan yang disegel pihak KLHK.

Sedangkan Manager perkebunan PT DGS, Rois Pasaribu mengaku memang adanya lokasi terbakar dalam IUP perusahaan, tapi diluar HGU ada 11 ribu tidak semua bisa dikuasai yang bisa dikuasai. Hanya 4 ribu hektare sekian pohon karet sudah besar sudah dikuasai masyarakat. “Kami siap bertanggungjawab dan mengikuti proses hukum,” imbuhnya. (nur)