Desak Tangkap Oknum Penembak Mahasiswa di Sultra

Aksi solidaritas mahasiwa UIN RF Palembang, atas kematian dua mahasiswa di kampus UHO Kendari, Sultra, Kamis (03/10/2019). Foto: denni/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Aksi solidaritas terhadap kematian dua mahasiswa di kampus UHO, Kendari, Sultra. Bila sebelumnya digelar di kampus UMP Palembang, dan ditutup doa dan salat gaib bersama, Kamis (03/10/2019) sekitar pukul 13.00 WIB giliran UIN RF Palembang.

Unjuk rasa damai tersebut dipusatkan di halaman depan Mapolda Sumsel. Aksi yang dilakukan ratusan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang ini sebagai wujud solidaritas atas tewasnya Rendi HS (21) dan M Yusuf Kardawi, mahasiswa Perikanan dan Teknik Kampus UHO Kendari, Sultra saat demo beberapa waktu lalu.

Diserukan Medi dalam orasinya, demo damai tersebut sebagai tujuan untuk mendesak Polda Sumsel menyampaikan aspirasi atas kematian dua mahasiswa dalam demo serentak, atau 24 September berdarah di Kendari, Sultra.

“Rekan-rekan kami jadi korban saat menyampaikan aspirasi, oleh oknum tidak bertanggung jawab. Mendesak untuk Polri, khususnya Polda Sumsel bertindak tegas atas oknum pelakunya,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada Kapolri, bahwa jangan hanya mahasiswa yang akan terprovokasi akan tetapi polisi juga hati-hati akan provokasi. “Kita bertanya ada apa dengan negara kita, siapa yang akan memperbaiki, kalau bukan kita bersatu dari kepemimpinan dan bawahan,” serunya.

Sedangkan Andre selaku Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas atau DEMA-U, mengatakan tidak ingin mahasiswa dihadapkan dengan kepolisian. “Tugas kepolisian mengayomi bukan menghakimi, bukan melakukan represif kepada mahasiswa dan warga. Demo ini juga untyuk memperingati suara-suara mahasiswa yang suaranya dibungkam,” ujarnya.

Rudianto Widodo, selaku Presiden Mahasiswa sendiri melayangkan tuntutan, kepada Kapolda untuk memberikan pernyataan secara tertulis kepada Kapolri untuk mengungkap pelaku penembakan mahasiswa dan tidak melakukan upaya represif.

“Mahasiswa harus aktif menyuarakan ketidak adilan, bukan apatis, bukan hanya sibuk belajar, apalagi hanya sibuk ke mall. Tapi turun ke jalan ketika negara sudah dalam bahaya, seperti ini,” tukasnya. (den)