Driver Gocar Palembang Tolak Pemotongan Insentif

Massa driver online yang menggelar demo tuntutan pengurangan intensif atau bonus, Kamis (03/10/2019). Foto: denni/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Aksi unjuk rasa menuntut menolak pemotongan insentif atau bonus hingga 50 persen digelar ribuan sopir Gocar di kantor Gocar, Kamis (03/10/2019), sekitar pukul 11.00 WIB.

Massa dari driver Gocar menyampaikan tuntutannya kepada pihak Gocar, agar membatalkan kenaikan atau pengurangan atau insentif tersebut.

Heri, Driver Gocar dari Pantau Community mengatakan, mereka menolak tegas pengurangan insentif. “Tuntutan intensif ini diturunkan dari 18 poin dapat Rp 300 ribu untuk bonusnya, ini 18 poin jadi Rp 150 ribu. Jadi turunnya 50 persen,” ungkapnya.

Padahal 18 poin ini susah untuk mengejarnya, hal ini jelas kami dirugikan. “Sedangkan angsuran mobil kami berat jadinya, ada yang angsurannya dari Rp 5 juta atau Rp6 juta, itu saja tuntutan kami hari ini,” katanya.

Dari pantauan Palembang Pos, ribuan sopir Gocar yang turun diketahui gabungan dari sejumlah komunitas driver online, seperti PDOS, Oraski, Pantau Komuniti, Srikandi Gocar Komuniti.

“Kalau ini naik priuk kito ilang, mobil kito diembek uwong. Padahal masih bayar kredit mobil  jutaan sebulan. Otak mereka di mana, potong insentif dak sesuai,” serunya ditujukan kepada massa dan pihak Kantor Gocar.

Sementara itu, menyikapi aksi unjuk rasa Mitra Driver Gocar di Palembang mengenai kebijakan skema insentif, Gojek Palembang didampingi David Riston, District Operational Manager, dan Teku Parvinanda, Head of Regional Corporate Affairs wilayah Sumsel menyampaikan, bahwa insentif adalah bonus tambahan yang diberikan Gojek demi menjaga kualitas layanan.

Skema insentif akan selalu menyesuaikan dengan kondisi pasar. Karena tujuan utama skema insentif adalah untuk mengupayakan titik temu terbaik antara permintaan pelanggan dan ketersedian mitra Gojek. (den/har/nov)