Jumlah Fraksi DPRD Prabumulih Dipastikan Berkurang

Rapat paripurna perdana dengan agenda pengumuman dan penetapan Fraksi-Fraksi serta penetapan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Prabumulih periode 2019-2024, Rabu (02/10/2019). Foto: prabu/Palpos.ID

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Setelah resmi dilantik, anggota DPRD Kota Prabumulih langsung bergerak cepat dengan menggelar rapat paripurna perdana dengan agenda pengumuman dan penetapan Fraksi-Fraksi DPRD Prabumulih serta pengumuman dan penetapan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Prabumulih periode 2019-2024, di ruang paripurna DPRD Prabumulih, Rabu (02/10/2019).

Berdasarkan hasil rapat paripurna tersebut, jumlah Fraksi di DPRD Kota Prabumulih dipastikan berkurang dari periode sebelumnya. Jika pada periode 2014-2019 jumlah fraksi sebanyak 7 fraksi, pada periode ini berkurang 1 fraksi menjadi 6 fraksi.

Hal itu terjadi lantaran 4 parpol yang tidak dapat membentuk fraksi sendiri lebih memilih bergabung dengan fraksi yang ada daripada bergabung membentuk fraksi. Empat parpol yang bergabung ke fraksi tersebut yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergabung dengan Fraksi PPP, Partai Demokrat, PBB dan Partai Nasdem bergabung ke Fraksi PDI Perjuangan.

Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Prabumulih, H Ahmad Palo SE dikonfirmasi usai paripurna membenarkan berkurangnya jumlah fraksi tersebut. “Ya berkurang dari tujuh fraksi menjadi enam yakni Fraksi Golkar, Fraksi PPP, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PAN, Fraksi HANURA dan Fraksi Gerindra” ujarnya.

Dikatakannya berkurangnya fraksi itu terjadi, lantaran 4 partai politik yang jumlah kursinya tidak cukup membentuk fraksi sendiri memilih berkoalisi dengan parpol yang bisa membentuk fraksi sendiri alias murni.

Dengan berkurangnya jumlah fraksi itu sambung Palo, tidak akan mempengaruhi kinerja DPRD. “Justru ini lebih mempermudah untuk koordinasi,” tandasnya.

Disinggung mengenai penetapan unsur pimpinan (ketua dan wakil) DPRD Prabumulih, Palo menuturkan, dalam paripurna Sekwan telah membacakan surat usulan untuk pimpinan definitif dari partai politik masing-masing. “Golkar mengusulkan Pak Sutarno sebagai ketua definitif, PPP mengusulkan kakak (Palo) dan PDIP mengusulkan Ir Dipe Anom, sudah ditetapkan dalam paripurna usulan parpol,” bebernya.

Dengan telah ditetapkan unsur pimpinan definitif, sambung Palo, dalam waktu dekat akan diusulkan ke Gubernur Sumsel melalui Walikota Prabumulih untuk diterbitkan SK definitif. “Pada prinsipnya gubernur meng-SK-kan usulan dari parpol masing-masing,” pungkasnya. (wan)