Anggaran Pilkada Dipangkas, Honorer PPK Batal Naik

Ketua KPU OI Massuryati ketika memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu (06/10/2019). Foto: ist/net

INDRALAYA, PALPOS.ID – Anggaran KPU Kabupaten Ogan Ilir (OI) dalam menghadapi Pilkada serentak tahun 2020 dipangkas Rp 17 miliar. Kalau semula diajukan Rp 67 Miliar ternyata hanya disetujui Rp 50 miliar.

Menyikapi pengurangan ini, pihak KPU menyayangkan karena harus menekan sekecil mungkin setiap kebutuhan, termasuk tidak akan menaikkan honorer PPK, PPS dan KPPS.

Ketua KPUD OI Massuryati ketika dikonfirmasi mengatakan,  anggaran pilkada serentak untuk Kabupaten Ogan Ilir akhirnya hanya dianggarkan oleh APBD OI sebesar 50 miliar dari plafon yang diusulkan Rp 67 miliar. “Sebetulnya usulan Rp 67 miliar sudah kita pertimbangkan, karena besarnya kebutuhan yang diperlukan menghadapi pilkada serentak,” katanya, Minggu (06/10/2019).

Massuryati menjelaskan, selagi tidak ada perubahan honor uang Rp 50 miliar ini diperkirakan masih cukup. Selama ini besaran honor untuk petugas di kecamatan dan desa mencapai Rp 17 Miliar, sepsrti  PPK, PPS, KPPS. Sementara sisanya itu diperuntukkan untuk logistik, distribusi kertas suara untuk sosialisasi dan sebagainya.

Mengetahui anggaran minim ini, lanjut Massuryati, KPU diminta oleh tim anggaran Pemkab OI untuk merampingkan seluruh kebutuhan selama Pilkada. “Makanya saya rampingkan seramping rampingnya, kalau dianggarkan Rp 50 miliar, saya katakan  cukup  kalau tidak ada perubahan honor,” jelasnya.
Bila seandainya para petugas di lapangan minta naikkan honor?  Menurut Massuryati,  honor petugas itu tidak bisa serta merta dinaikkan  karna harus ada standart dari menteri keuangan.
”Untuk sementara saya berkeyakinan anggaran 50 Miliar masih cukup cuma kita lakukan se-sederhana dan seefisien mungkin tapi seluruh tahapan dilakukan sempurna,” ucapnya. (sul)