Dana BOS Dibelikan Buku Tidak Salahi Aturan

Salah satu gerobak literasi yang dimiliki oleh SD Xaverius 2 Palembang. Foto: umnah/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Bagi sekolah yang masih kekurangan buku paket, maka sekolah diperbolehkan membeli buku paket dengan menggunakan dana BOS, namun harus sesuai dengan kebutuhan dari sekolah tersebut.

Hal ini sudah tertera dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 3 Tahun 2019, tentang petunjuk teknis bantuan operasional sekolah.

Selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, H Ahmad Zulinto mengatakan, jika dalam dana BOS boleh membeli buku untuk menarik minat baca siswa, baik itu buku paket maupun untuk perpustakaan.

“Tidak akan keluar dari aturan jika sekolah ingin melakukan pengadaan buku. Besaran dana yang digunakan, disesuaikan dengan jumlah buku yang diperlukan,” katanya, Sabtu (05/10/2019).

Dia menjelaskan, pembelian buku teks dan buku non teks telah diatur dan dapat dilakukan maksimal 20 persen dari dana BOS regular yang diterima sekolah. Oleh karena itu, sekolah tidak lagi fokus menyiapkan infrastruktur sekolah karena ada hal lain yang bisa dibeli contohnya seperti buku.

“Untuk pembelian buku teks dan buku non teks, dilakukan apabila kebutuhan buku teks utama peserta didik, guru dan kepala sekolah telah dipenuhi. Sebab buku sangat penting untuk dibeli, agar peserta didik memiliki bahan belajar di sekolah,” terangnya.

Menurut Zulinto, bahan mengajar yang lengkap di sekolah, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa untuk belajar. Jika hanya fokus mencatat tanpa ada bahan belajar yang lain diberikan, tentu tidak akan ada perkembangan. “Saat ini guru harus lebih kreatif mendidik para peserta didik, bukan hanya fokus dalam satu metode belajar. Namun harus dikembangkan,” tutupnya. (umn)