Gara-gara Nagih Utang, Wendra Disabet Samurai

Wendra dalam perawatan di RSUD Prabumulih, Sabtu (5/10). foto : prabu/palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Gara-gara nagih utang, Wendra Pranata alias Arman (22), warga Dusun IV Desa Sukarami Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim, nyaris tewas.

Dia  dikeroyok dengan senjata tajam dan ditembak pada bagian lehernya oleh lima orang temannya, Kamis (03/10) lalu sekira pukul 19.30 WIB.

Peristiwa yang nyaris menewaskan Wendra bermula ketika  menemui  Enta dan  Oki, warga yang sama, untuk menagih utang. Namun bukannya menerima uang, korban justru ditantang berkelahi oleh kedua orang temannya tersebut.

Mendapat tantangan itu, Wendra lebih memilih untuk menghindar dengan meninggalkan kedua temannya itu. Melihat Wendra pergi, Oki dan Enta justru mengikutinya dengan mengajak tiga orang temannya yang lain yakni  Rudi,  Mudi dan  Peman.

Wendra yang tidak sadar jika dirinya diikuti, berhenti disebuah warung kopi di dusunnya. Saat itulah, kelima pelaku datang menghampiri dan tanpa basa basi langsung menembak korban. Namun tembakan itu meleset. Baru ketika tembakan kedua, mengenai tangan korban.

Sadar korbannya telah terkena tembakan, pelaku langsung mengeroyok korban menggunakan samurai dan golok. Karena kalah tenaga dan jumlah, akhirnya korban menjadi bulan-bulanan pelaku. Dua orang pelaku memegangi tangan korban, sementara pelaku lainnya dengan leluasa menganiaya korban dan menusuk leher kiri korban dengan samurai hingga berdarah.

Saat terdesak itu, korban berhasil melepaskan pegangan dua orang pelaku dan meloloskan diri dengan kabur keperkampungan. Oleh warga, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih.

“Mereka duo kali nembak, tapi yang keno pas tembakan keduo kenonyo di tangan aku. Sudah itu, duo orang megangi tangan aku dan pelaku lainnya memukul dan menusuk leher pake golok,” ujar Wendra kepada wartawan, kemarin (05/10) sembari menuturkan kasus yang menimpanya itu telah dilaporkan ke Polsek Sungai Rotan.

Sementara, Kapolres Muara Enim AKBP Afner Jowono SIK MH melalui Kapolsek Sungai Rotan, AKP Pitoi Sanggiti didampingi Kanit Reskrim Aipda Heri Defriansyah ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya aksi penganiayaan yang dialami oleh korban.

“Diduga motifnya karena pelaku tak senang ditagih utang oleh korban, mereka terlibat cekcok mulut saat korban menagih utang. Sehingga korban dikeroyok dan dianiaya menggunakan senjata tajam dan senjata api,” ungkapnya sembari menuturkan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. (WAN)