Kasus Penembakan di Simpang Empat Macan Lindungan Dipertanyakan

Tim kuasa hukum Iir Sugiarto SH, menunjukkan LP dari Propam Polrestabes Palembang yang dilimpahkan ke Propam Polda Sumsel, Senin (07/10). Foto: denni/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.IDSejak kematian M Ridwan alias Dede (38), yang tewas ditembak di Simpang Empat Lampu Merah Macan Lindungan, di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan IBI, Senin 22 Juli 2019 lalu. Dengan kasusnya telah dilaporkan ke Polresta Palembang, kemudian dilimpahkan ke Propam Polda Sumsel.

Yakni dengan LP/61/VII/YAN.2.6/2019/Yanduan, tanggal 23 Juli 2019, dengan pelapor Suryani, ke Subbid Paminal Bidpropam Polda Sumsel B/ND/VII/Yan2.5/2019/ tanggal 24 Juli 2019.  Eva Diana Sari (36) sebagai istri bersama tim kuasa hukumnya Iir Sugiarto SH, menanyakan proses perkembangan perkara tersebut.

“Di sini kami menyikapi beredar isu, bahwasannya korban (Ridwa) itu pemalak, padahal belum bisa dibuktikan kalau korban adalah pemalak,” tegasnya.

Upaya hukum telah dilakukan sendiri, yakni mulai dari   melaporkan terlapor penembakan, dengan membawa saksi yang menyebutkan korban bukan pemalak.

“Dalam perkara penembakan terhadap korban M Ridwan, dengan terlapor Brigadir Ir Mulanya laporan ke Propam Polresta, kini dilimpahkan ke Propam Polda.  Namun sampai hari ini, kita belum tahu sudah sejauh mana terlapor diperiksa,” ujarnya dengan nada penuh tanya.

Diteruskan Iir, isunya terlapor juga sedang bertugas di Palembang, yang jadi pertanyaan sedang menjalankan tugas apa? karena pelaku itu bertugas di Polres OKI.

“Pelaku bertugas menggunakan truk, lalu senjata apa yang digunakan juga dipertanyakan, apakah resmi, atau seperti apa,” tanya dia lagi.

Iir juga menegaskan, bahwa korban M Ridwan ini  pedagang. Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya warung milik korban. “Ridwa ini pedagang di sana, dia mendekati mobil dengan menawarkan makanan dan tisu. Jadi sistemnya mendekati sopir, jelas kami membantah keras korban adalah pemalak, tidak benar itu,” tegasnya.

Korban sendiri menurutnya, sudah berjualan atau berdagang sudah lama 2 tahun. “Di sana ada warung, warung rokok dan makanan ringan serta minuman. Makanya di sini kami mengharapkan kepastian hukum” tukasnya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriyadi saat dikonfirmasi, terkait kasus ini pihaknya tengah menyelediki perkara penembakan yang dilakukan salah satu bintaranya tersebut.

“Jadi untuk penggunaan senjata api, bisa karena membela diri, kita kan belum tahu. Nanti ada pemeriksaan, bisa juga dia sebagai korban. Pada saat terdesak dan memang anggota digunakan senjata api. Kita akan kerja sama dengan Polres dengan IB I dan Propam, untuk penyelidikan kasus ini” ungkap Kabid Humas. (den)