LOKET, Bekraf Perluas Akses Ekonomi Kreatif

Bersama Bekraf, LOKET turut serta dalam pengembangan industri kreatif tanah air. Foto Ist/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – LOKET, perusahaan penyedia sistem teknologi manajemen event dan hiburan di Indonesia terus memperkuat komitmennya berkontribusi dalam pengembangan industri kreatif tanah air, melalui dukungan teknologi di penyelenggaraan event berbagai skala. Bahkan, industri ini dinilai mampu memiliki kekuatan ekonomi nasional hingga international sampai menyentuh angka Rp 1.105 triliun.

Dukungan LOKET sejalan dengan fokus Bekraf yang ingin semakin memperluas akses dan peluang bagi para pegiat ekonomi kreatif untuk mempromosikan karya-karya mereka. Dalam beberapa tahun terakhir Industri kreatif di bawah komando Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus menunjukkan pertumbuhan yang semakin positif.

Bahkan, Ekonomi Kreatif di Indonesia turut diharapkan akan menjadi salah satu kekuatan baru ekonomi nasional dan industri kreatif dunia. Berdasarkan data Bekraf nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif pada tahun 2016 mencapai Rp922.59 triliun.

“Sementara menyentuh angka Rp1.000 triliun pada tahun 2017 dan kembali meningkat menjadi Rp1.105 triliun di tahun 2018,” terang VP Marketing LOKET Ario Adimas.

Lanjut dia, sebagai pionir dalam industri manajemen teknologi event dengan fokus pada hiburan, yang merupakan bagian dari industri kreatif.

Sementara, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf mengungkapkan, apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara Bekraf dengan LOKET. “Kami tentunya menyambut positif dukungan yang diberikan oleh LOKET dalam kolaborasi ini. Melalui kolaborasi ini, kami harapkan mulai dari penikmat seni hingga masyarakat luas menjadi semakin dekat dengan karya-karya terbaik yang dihasilkan oleh tangan-tangan andal para pelaku kreatif tanah air,” ujar Triawan.

Selain itu, kolaborasi ini membuka kesempatan baru bagi para pelaku kreatif untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan promosi event yang dilakukan secara online, sehingga ke depan pihaknya turut mendorong teknologi ini untuk dapat digunakan bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. (har)