Driver Gocar Ancam Gembok Kantor Gojek Palembang

PALEMBANG, PALPOS.ID – Aksi jilid dua alias aksi susulan kembali digelar oleh ratusan driver taksi online (taksol) di Kantor PT Gojek Indonesia (GI) di Jalan Basuki Rachmat Kota Palembang, Selasa (08/10/2019), sekitar pukul 10.30 WIB.

Demo kembali digelar lantaran tuntutan menolak pemotongan insentif hingga 50 persen dari bonus 18 point sebesar Rp 300 ribu, menjadi Rp 150 ribu, tidak kunjung ada kepastian alias tidak dipenuhi.

Tak pelak, massa dari driver Gocar yang merasa di PHP meradang, dan berteriak menyerukan keadilan selaku mitra kerja dari PT Gojek Indonesia cabang Palembang. Aksi sempat memanas, tapi cepat diredam. Polisi yang dikerahkan tetap mengamankan dan jadi penenang massa.

GM PT GI Palembang, David tidak kunjung keluar menemui pendemo, meski telah didesak massa yang mulai meluap-luap tersulut emosinya. “Kami sudah dikhianati janji-janji manis, kembalikan hak kami insentif 30 persen. David (GM PT GI Palembang,red) kembalikan hak kami. Tega kamu mengebiri kami atau kamu David yang hengkang dari Bumi Sriwijaya ini,” seru Arfin, sekjen PDOS Sumsel.

Senada diteriakkan Hermanto Busro, yang berusaha menenangkan massa. “Hari ini kita menunggu, untuk menolak tegas pemotongan insentif. Bapak polisi, izinkan kami menyegel atau menggembok kantor PT GI,” terangnya.

Orator lainnya juga menegaskan, bila PT GI dimana-mana selalu bikin gaduh, dengan selalu memberikan PHP. Padahal di Lampung tidak dilakukan pemotongan insentif, lalu kenapa tidak bisa dilakukan di Palembang.

“Gembok Kantor PT GI, tidak ada lagi negosiasi. Hari ini sepakat kita gembok. David ini pilihan terakhir, kalau tidak penuhi, kami gembok kantor gojek. Izin pak polisi kami tidak akan anarkis,” teriaknya lantang.

Sedangkan opsi lainnya, massa juga akan mendesak Gubernur dan anggota dewan agar mencabut izin PT GI Palembang. “Bila kami mitra, namun kenapa kami tidak dilibatkan dalam membuat kebijakan,” ujarnya lagi. (den)