Firman Tenggelam di Lubuk Sepit Sungai Enim

Petugas melakukan pencarian di lokasi korban tenggelam di Lubuk Sepit Sungai Enim Desa Bedegung Kecamatan Tanjung Agung, Selasa (08/10/2019). Foto: lukman/Palpos.ID

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Kepanikan dialami Niki (24), Rendi (24) dan Hebri (26), saat melihat Firmansyah (24), warga Desa Seleman Kecamatan Tanjung Agung Muara Enim yang hanyut dan tenggelam terbawa derasnya arus air Lubuk Sepit Sungai Enim di Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim.

Korban tenggelam terbawa derasnya arus air sungai tersebut pada saat tengah mencari ikan bersama ketiga temannya Niki (24), Rendi (24) dan Hebri (26), pada Senin (07/10/2019), sekitar pukul 16.30 WIB.

Hingga  berita ini dibuat, tim gabungan dari Polsek Tanjung Agung, Basarnas Pagar Alam dan keluarga korban terus melakukan pencarian. Tim Basarnas Kota Pagar Alam melakukan pencarian dengan menggunakan alat selam.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadian itu bermula dari korban bersama ketiga temannya  berangkat dari rumahnya menuju aliran Sungai Enim, Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung pada Senin (07/10/2019) sekitar pukul 16.30 WIB hendak mencari ikan.

Korban sampai di Lubuk Sepit Sungai Enim, sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian korban bersama ketiga temannya mencari ikan dengan cara mengarungi aliran sungai tersebut. Mereka mencari ikan menggunakan alat tembak atau menyudut untuk menangkap ikan.

Saat itu korban menyelam di aliran Lubuk Sepit hendak mencari ikan yang berada di dalam rongga rongga bebatuan lubuk tersebut. Namun setelah sekian lama, korban tak juga muncul kepermukaan sungai dari lobang lubuk sepit tersebut.

Sedangkan ketiga temannya sudah muncul kepermukaan sungai dan sudah naik ke bebatuan yang ada di aliran sungai tersebut. Karena korban tak kunjung muncul, membuat ketiga temannya menjadi panik.

Lantas ketiga temannya berupaya mencari tahu keberadaan korban dengan kembali masuk ke aliran sungai Lubuk Sepit tersebut. Namun korban tak berhasil ditemukan pada lobang lubuk tersebut.

Karena lubuk tersebut banyak sampah dan kondisi airnya sangat keruh. Akibatnya, ketiga teman korban meminta bantuan dengan warga setempat dan menelepon keluarganya yang berada di  Desa Seleman untuk membantu melakukan pencarian. Akan tetapi, korban belum juga berhasil ditemukan.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanjung Agung, AKP Arif Mansyur, ketika dikonfirmasi, Kamis (08/10) membenarkan kejadian itu. “Petugas kita bersama tim Basarnas Pagar Alam terus berupaya melakukan pencarian, namun hingga mala mini korban belum ditemukan. Tim Basarnas Pagaralam melakukan pencarian dengan menggunakan alat selam,” jelas Kapolsek. (man)