Muara Enim Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba

Kajari Muara Enim bersama Forkopimda memusnahkan barang bukti narkoba dengan cara diblender, Selasa (08/10/2019). Foto: lukman/Palpos.ID

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Kejari Muara Enim memusnahkan barang bukti narkoba senilai Rp 1,5 miliar yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht dengan perkara selama periode September 2018-September 2019, berlangsung di halaman Kantor Kejari, Selasa (08/10/2019).

Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin langsung Kajari Muara Enim, Mernawati SH bersama unsur Forkopimda. Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dibakar dan ada juga dengan diblender. Sedangkan barang bukti senjata api rakitan dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin gerinda.

Barang bukti yang dimusnahkan berupa narkoba jenis sabu seberat 1.000,10 gram senilai Rp 1,5 Miliar. Kemudian pil ekstasi sebanyak 71 butir, ganja 620,9 gram serta senjata tajam jenis pisau dan senjata api rakitan laras panjang dan pendek seharga Rp 20 juta.

Kajari Muara Enim, Mernawati SH, didampingi Kasi Pidum Mario Hurairo SH, kepada awak media mengatakan, barang ukti yang dimusnahkan didominasi narkotika, sabu, pil ekstasi dan ganja.

“Barang bukti narkotika yang kita musnahkan perkara yang kita tangani periode September 2018-September 2019 dengan 150 perkara yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” jelasnya.

Dijelaskannya, dalam penanganan perkara narkotika tersebut, vonis hukuman maksimal yang dijatuhkan seumur hidup. “Mereka yang dihukum rata-rata dodominasi sebagai pengedar narkoba,” jelasnya.

Mereka yang dihukum, lanjutnya, kebanyakan didominasi dari wilayah Kabupaten PALI dan sebagian dari daerah Simpang Meo Kecamatan Tanjung Agung Muara Enim. “Barang bukti narkotika yang kita musnahkan senilai Rp 1,5 Miliar ini, maka bisa menyelamatkan 10 ribu jiwa masyarakat dari narkoba,” tegasnya.

Dia juga mengaku barang bukti yang dimusnahkan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sekitar 50-60 persen. Dengan demikian, lanjutnya, perkara narkotika di Muara Enim masih cukup tinggi dan Muara Enim dapat dinyatakan sebagai daerah zona merah peredaran narkotika. (man)