Masalah Internal Dinas PUPR Muratara dan PK Belum Tuntas

Pertemuan antara Dinas PUPR dan pihak PK yang didampingi oleh anggota Satpol-PP, Selasa (08/10/2019). Foto: alam/Palpos.ID

MURATARA, PALPOS.ID – Masalah internal antar Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muaratara dan petugas PK kantor belum  menemui titik terang. Puluhan anggota Satpol PP masih berjaga-jaga di Kantor Dinas PUPR Muratara, Selasa (08/10).

Pertemuan antara Dinas PUPR dan pihak PK yang didampingi oleh anggota Satpol dilakukan secara tertutup. Wartawan yang hendak masuk ingin melakukan peliputan tidak diperbolehkan oleh anggota Satpol PP yang berjaga di depan pintu ruangan Kepala Dinas PUPR.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mencari solusi supaya tidak berlarut-larut, namun dalam pertemuan itu belum menemui titik terang. Dimana pihak PUPR akan membayar gaji PK selama tiga bulan. Akan tetapi gaji mereka belum diberikan secara langsung dan masih menunggu pencairan anggaran. Hal itu diterima oleh pihak anggota PK yang berjumlah empat orang.

Kepala Dinas PUPR  Erdius Lantang, membantah penyegelan kantor pada  Jumat (04/10) yang lalu, tidak ada kaitannya dengan PK ataupun dengan pengerjaan proyek.

“Kalau kantor ini disegel memang benar, akan tetapi tidak terkait dengan permasalahan gaji PK yang belum dibayar atau berkaitan dengan proyek. Kita tidak tahu kenapa oknum tersebut melakukan penyegelan kantor,” kilahnya setelah melakukan pertemuan dengan beberapa anggota PK, kemarin.

Dikatakannya, pihaknya juga sudah bertemu dengan oknum yang melakukan penyegelan kantor serta dimediasi oleh Kasatpol-PP berserta anggotanya.

“Apabilah mereka masih saja melakukan penyegelan kantor, maka anggota Satpol-PP akan bertindak tegas dan akan saya lapor kepolisi,” tegasnya.

Terpisah Kasat Pol PP, Firdaus, melalui Sekretaris Casio menjelaskan adanya pertemuan hari ini (kemarin,red) berdasarkan mediasi antara pihaknya dengan Kadis PUPR untuk menyelesaikan permasalahan, agar tidak berlarut-larut. Penyegelan kantor tersebut didasari anggota PK menuntut agar gaji mereka dibayar, sebab sudah tiga bulan mereka belum menerima gaji. (rat)