PKL Hambat Pembangunan Kios Pasar di OKU Timur

Suasana pembangunan Pasar Sidodadi Belitang yang terhambat karena sulitnya masuk akses material ke lokasi, Selasa (08/10/2019). Foto: ardi/Palpos.ID

MARTAPURA, PALPOS.ID – Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur, meninjau revitalisasi pasar di Desa Sidodadi BK 9 Belitang, pada Senin (07/10/2019). Dari hasil pantauan, pembangunan kios pasar tersebut sedikit mengalami kendala pasokan bahan material ke areal pembanguan kios.

Bahan material bangunan baru bisa masuk pada tengah hari, karena banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pingir jalan, sehingga akses masuk kendaraan pengangkut material bangunan tidak dapat masuk menuju lokasi pembangunan.

Pembangunan Kios pasar Sidodadi yang mengunakan dana DAK tersebut, berukuran 3 x 2,5 meter sebanyak 128 Kios dan 12 Los. Sebagian besar kios saat ini hampir selesai dan siap untuk memasang Rolling Door.

Kajari OKUT Ismaya Hera Wardhanie SH MHum, melalui Kasi Intel Yul Khaidir Fitrizal SH menegaskan, peninjauan yang dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan di lapangan. “Yang menjadi kendala bagi para pekerja pembangunan kios pasar, sulitnya masuk bahan material,” ungkap Yul Khaidir, Selasa (08/10/2019).

Dijelaskannya, bahan material yang dikirim dilakukan bertahap dan sedikit-sedikit. Hal ini dikarenakan set plan menuju lokasi sangat sempit untuk meletakkan material yang sebegitu banyaknya. “Kami sarankan agar sisa bongkaran segera dibuang dan bisa memberikan space yang lebih luas untuk meletakkan material,” imbaunya.

Sementara, Kepala Disperindag OKU Timur, Sri Inarsih saat dikonfirmasi, kemarin mengatakan, dari hasil rapat yang digelar pihaknya bersama tim TP4D Kejari OKUT sepakat akan melakukan beberapa langkah untuk mempercepat pembangunan pasar tersebut.

“Beberapa langkah yang akan dilakukan diantaranya, penyedia diminta untuk menambah tenaga tukang, pengerjaan dilakukan lembur (siang–malam), mensiasati pasokan material dan penambahan waku selama 30 hari kalender,” tegas Sri. (ard)