Tim Arkeolog Laporkan Hasil Observasi ke Pemkab OKI

Rapat koordinasi tentang penemuan benda-benda yang diduga cagar budaya di Kecamatan Cengal, Rabu (09/10/2019). Foto: muin/Palpos.ID

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Tim arkeologi yang terdiri dari Balai Arkeologi Sumsel, Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbagsel, mengapresiasi upaya sigap Pemerintah Daerah dan Polres OKI dalam mengantisipasi kerawanan sosial lokasi ditemukannya benda-benda diduga cagar budaya di Kecamatan Cengal.

“Kami apresiasi upaya sigap Pak Bupati dan Kapolres untuk mengantisipasi kerawanan di lokasi tersebut. Bahkan Kapolres turun langsung ke lokasi sebelum kami,” ungkap Budi Wiyana, Kepala Balai Arkeologi Sumsel di Kantor Bupati OKI, Rabu (09/10/2019).

Budi mengungkap tidak mudah untuk menyebutkan benda-benda yang ditemukan warga di beberapa di lokasi di Kecamatan Cengal sebagai cagar budaya atah harta karun. “Jadi kalau penyebutannya harta karun maka konotasinya barang yang perlu dicari, kami peniliti sangat berhati-hati dalam penyebutan itu,” tukasnya.

Sementara Itu, Ignatius Suharno, peniliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbagsel menyarankan penguatan dan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lokasi penemuan.

“Langkah yang dilakukan oleh Polsek dan Polres berupa imbauan dampak hukum pencarian atau pengrusakan lokasi yang diduga cagar budaya sangat apresiasi, edukasi dan penyadaran kepada masyarakat sangat penting,” ungkap Suharno.

Tim Arkeologi juga sudah melaporkan hasil observasi di lokasi penemuan diduga benda cagar budaya di Kecamatan Cengal Kabupaten OKI kepada Pemkab OKI. Tim yang terdiri dari  Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbagsel, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata unsur TNI dan Polri ini juga memberikan rekomendasi terkait penyelamatan lokasi ditemukannya benda-benda yang diduga cagar budaya tersebut.

Terhadap  rekomendasi tim arkeologi, Pemkab OKI segera menindaklanjuti dengan menunggu hasil laporan tertulis dari tim observasi. “Rekomendasi tertulis dari tim arkeolog ini tentu menjadi dasar bagi kami Pemkab untuk segera mengambil kebijakan,” ungkap Asisten I Setda OKI, Antonius Leonardo. (nur)