68 Persen FIF Kuasai Pembiayaan Motor di Sumsel

M Adhi W, Marketing Manager FIF GROUP Sumsel. Foto: ist/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Meskipun terpapar dampak perekonomian akibat melemahnya industry perkebunan atau komoditi, namun FIF tetap mampu bertahan dengan jumlah konsumen yang masih tergolong tinggi. Dengan beberapa program, salah satunya pembiayaan kendaraan motor yang tumbuh 68 persen se-Sumsel.

Dikatakan M Adhi W, Marketing Manager FIFGROUP Sumsel, kinerja FIF secara avarage September mencapai Rp 112 miliar perbulan dengan total Rp 1,08 triliun. “Kontribusi terbesar mencapai 68 pembiayaan kendaraan bermotor, dana tunai 20 persen, Spectra Rp 10 persen dan 2 persen Amitra,” jelasnya, Selasa (29/10/2019).

Dia mengungkapkan, rincian pembiayaan fif Astra 3500 unit dengan kisaran Rp 17,5 juta per unit, Spectra untuk pembiayaan elektronik per bulan mencapai 4 ribu unit mencapai Rp 5 miliar. Dana mencapai 4 ribu unit dengan nilai Rp 7 juta per unit dengan total 28 miliar dan amitra per bulan Rp 1 miliar dengan 120 pembiayaan umrho dan 10 -15 haji per bulan.

“Untuk pembiayaan amitra ini cukup tinggi karena jemaah bisa berangkat dulu sedangkan pembayaran bisa dilakukan setelah pulang. Jamaah juga tidak ragu untuk ikut program kita ini karena terjamin,” paparnya.

Pengguna pembiayaan amitra ini mencakupi seluruh kalangan usia, mulai dewasa hingga milenial dengan gaji Rp 4-5 juta perbulan. “Pembianyaan amitra ini sudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dengan konsumen terbanyak di Palembang, lalu diiringi Banyuasin serta Prabumulih,” ujarnya.

Ia mengakui, pembiayaan tetap growth namun perfomance nya tidak akan tinggi. Ini karena perekonomian yang sulit dan turun. Target FIf tahun ini Rp 119 miliar namun dilakukan penyesuaian menjadi Rp 97 miliar meningkat dibandingkan tahun lalu Rp 87 miliar.

“Saat ini realisasi target Rp 85 miliar atau kurang Rp 12 miliar dari target. Sementara pada 2020 pembiayaan pun tidak akan berubah banyak. Karena belum ada faktor penggerak yang siginifikan terhadap sektor dan industri pembiayaan. Pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah dan kabinet baru untuk sektor ini. (har)