Lagi, Gubernur Sumsel Gelar Salat Istisqo Berjamaah

Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama ribuan jemaah menggelar salat Istisqo dengan imam Ustadz KH Habibi Lutroh Al Hafidz di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (29/10/2019). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Ribuan jemaah terdiri dari alim ulama, unsur Forkopimda, pejabat dilingkungan Pemprov Sumsel, ASN, TNI/Polri dan pelajar melafazkan zikir memuji kebesaran dan kekuasaan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala yang dipanjatkan melalui Salat Istisqo atau salat minta hujan, yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (29/10/2019) pagi.

Sebelum Salat Istisqo digelar dengan Imam Ustadz KH Habibi Lutroh Al Hafidz tersebut, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengucapkan terima kasih kepada jemaah yang telah hadir dalam salat hajat dan istisqo yang merupakan salah satu upaya agar Allah Subhanallahu Wa Ta’ala segera menurunkan rahmatnya berupa hujan dan mengangkat bencana berupa kabut asap dan memadamkan api dari hutan dan lahan yang terbakar.

“Saya berharap seluruh masyarakat berdoa kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala  agar Sumatera Selatan dapat diturunkan hujan, karena ini salah satu ujian dari Allah. Ujian ini menjadi ajang evaluasi bagi kita semua dalam rangka mendekatkan diri kepadanya,” tegas Herman Deru.

Herman Deru menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat dalam melakukan Pencegahan, Pengendalian dan Pemadaman karhutlah di Sumsel yang luasnya mencapai 91.592 km². Bahkan dirinya hampir setiap minggu melakukan patroli di atas langit Sumsel memantau lahan yang terbakar dari ketinggian. Upaya modifikasi cuaca telah dilakukan dengan menabur berton-ton garam, bahkan tim modifikasi cuaca dari Jambi dan Riau juga telah dikerahkan untuk membantu tim modifikasi cuaca di Sumsel.

Sementara itu khotib Drs H Saim Marhadan dalam khotbahnya mengingatkan jemaah senantisa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Dia menyebut banyak penyebab Allah menahan hujan untuk tidak turun membasahi bumi, diantaranya disebabkan oleh dosa-dosa manusia karena tidak membayar zakat, melakukan dosa besar seperti riba dan zina. (nov/bar)