Polda Sumsel Pamer Sitaan 329 Ton Minyak Ilegal

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri memeriksa truk sitaan yang digunakan para tersangka mengangkut minyak ilegal, Rabu (30/10/2019). foto: koer/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Polda Sumsel dan Polres jajaran, menyatakan perang terhadap kasus minyak ilegal. Alhasil, sebanyak 329 ton minyak ilegal disita. Dimana, Ditreskrimsus Polda Sumsel membekuk 16 tersangka dalam sembilan laporan polisi.

Sementara barang bukti yang disita yakni sembilan truk modifikasi dengan 28 ton minyak ilegal, serta kapal yang memuat 26 ton Crude Oil, 48 ton solar, 10 ton bensin. Dengan total keseluruhan 112 ton minyak ilegal.

Kemudian Polres Banyuasin meringkus 22 tersangka dalam 13 laporan polisi, dengan barang bukti sembilan truk dan empat mobil minibus yang mengangkut 32 ton solar dan 46 ton bensin, serta 19 ton minyak ilegal, dengan total 97 ton.

Selanjutnya, Polres Muba mengamankan 36 tersangka dalam 25 laporan polisi. Barang bukti yang disita berupa 22 truk dengan total 120 ton minyak mentah, solar dan bensin. Sehingga seluruhnya diamankan 78 tersangka dalam 50 laporan polisi, dengan barang bukti 42 truk modifikasi dan empat minibus, dengan total 329 ton minyak ilegal disita.

Dari pengakuan salah satu tersangka, Adi (40), warga Desa Ibul Kecamatan Pemulutan Kabupaten OI, dirinya hanya sebagai kernet truk. Dirinya ikut membawa minyak ilegal sebanyak 5 ton dari Banyuasin dengan tujuan Palembang.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri SIk mengatakan, sejak awal ia sudah menargetkan fokus terhadap empat kejahatan yang menjadi atensi baginya. “Kejahatan konvensional kita hajar semua. Kejahatan transnasional seperti narkotika dan human traficking, juga kita hajar terus. Nah kali ini tipidsus yang merugikan negara atau migas juga kita tindak tegas,” ungkapnya, Rabu (30/10/2019). (den)