Polisi Bongkar Sindikat SHM Aspal

Polisi memperlihatkan SHM aspal dan barang bukti lain dalam pres release di Mapolresta Palembang, Rabu (30/10). foto : mizon bule/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Jajaran Unit Harta dan Benda (Harda) Satreskrim Polresta Palembang mengungkap sindikat pembuatan Sertifikat Hak Milik (SHM) aspal.

Satu tersangka dapat diamankan. Dia adalah, Kolbi (44), warga Jalan Kebun Bunga, Lorong Seroja I, Kecamatan Sukarami Palembang, yang dibekuk di rumahnya, Senin (28/10), sekitar pukul 14.00 WIB.

Kasatreskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara memgatakan, dalam melancarkan aksinya tersangka menawarkan kepada calon korbannya jasa pembuatan SHM dengan bujuk rayu. Alhasil, korban yakin.

Salah satu korban  dikelahui bernama Darmawi Akat (49), warga Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang Alang Lebar.

“Pelaku mengelabuhi korbannya dengan rayuan manis dan menjanjikan akan mudah, karena informasi yang kita dapatkan pelaku mengaku memiliki teman dekat di Badan Pertanahan Negara (BPN) Palembang,” kata Kasatreskrim dalam pres rilis, kemarin.

Setelah berhasil meyakinkan korban, lanjut Yon, lantas terjadilah transaksi antara pelaku dengan korban dalam pengurusan pembuatan SHM pada  25 Juni 2019 di rumah korban dengan biaya Rp 102 juta.

Biaya diberikan ke pelaku secara bertahap, yakni 24 Mei 2019 Rp 60 juta, kemudian 20 Juni 2019 dan korban kembali menyerahkan Rp 2 juta dan pada 25 Juni.

“Informasi yang kita dapatkan dari laporan polisi yang dibuat korban, bahwa pelaku pada saat penyerahan uang pelunasan, langsung menerima sertifikat dari tersangka nomor 389 dengan gambar situasi No 9914/ 1987 tanggal 19 Maret 1987,” katanya.

Namun, kata Yon, korban curiga dengan sertifikat yang dibuat oleh pelaku sehingga meminta temannya Jumiran untuk mengecek keaslian sertifikat tersebut. Setelah dilakukan pengecekan barulah diketahui bahwa sertifikat tersebut palsu hingga korban mengalami kerugian Rp 102 juta. (zon)