Terlibat Lakalantas, Kaki Kanan Istri Pensiunan Kantor Pos Remuk

Warga membantu nenek Sihilin. Foto: repro

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kecelakaan tragis terjadi di bawah jalur LRT Jalan Tanjung Api Api tepatnya di simpang Kebun Bunga, Kecamatan Sukarame Palembang. Pasangan suami istri (Pasutri) lanjut usia, Tugimin (71) dan Sihilin Nuber (69), terkapar di tengah jalan setelah sepeda motor Honda warna kuning milik Kantor Pos yang dikendarai ditabrak oleh motor lain dari belakang, Rabu (30/10), sekitar pukul 09.10 WIB.

Akibatnya, nenek Sihilin mengalami luka yang sangat parah dan mendapat perawatan intensif di RSMH, lantaran kaki kanannya hancur dan terpaksa harus diamputasi. Sedangkan Tugimin, suaminya sempat dilarikan ke RS Myria dan sudah bisa pulang karena ltidak mengalami luka parah.

Sementara, informasinya pengendara motor yang menabrakan pasangan kakek nenek tersebut, mengalami patah bahu kiri dan di rawat di RS Myria Palembang. Namun identitas kendaraan dan pengendara tersebut belum diketahui.

Menurut Era (37), tetangga korban, pasangan kakek dan nenek tersebut tinggal di Jalan Tanjung Api Api, Lorong Dakota tepatnya di belakang perusahaan truk Hino, Kelurahan Talang Kedondong, Kecamatan Sukarami.

“Informasinya, Pak Tugimin dan istrinya baru pulang belanja dari Pasar Kebun Bunga. Ketika hendak keluar dari Jalan Kebun Bunga ke Jalan Tanjung Api Api, tiba-tiba motor mereka ditabrak dari belakang oleh sepeda motor lain,” ujarnya.

Sementara Teguh, salah satu anak korban, membenarkan jika kaki ibunya terpaksa harus diamputasi lantaran sudah hancur.

“Iya, kaki ibu saya terpaksa diamputasi karena remuk. Operasi amputasinya sudah dilakukan dan sudah selesai. Memang awalnya kami minta kalau bisa di jahit saja, tapi kata pihak rumah sakit sudah tidak bisa lagi karena pergelangan telapak kaki ibu saya sudah hancur, jadi harus diamputasi,” ujarnya.

Dikatakan Teguh, saat kecelakaan kedua orangtuanya mengendarai sepeda motor Honda milik Kantor Pos, karena ayahnya (Tugimin) merupakan pensiunan di BUMN tersebut.

“Ayah saya sempat dirawat di RS Myiria, tapi sudah pulang. Tapi ibu saya harus dirawat intensif karena kakinya harus diamputasi,” katanya kepada Palembang Pos. (den)