Ario dan Panji Mengawasi Korban, Tiga Perampok Lainnya Eksekutor

Salah satu adegan rekontruksi kasus perampokan disertai pembunuhan di di PT Pinago Kabupaten Muba, Kamis (31/10). Foto: Romi/Palpos.id

SEKAYU, PALPOS,ID -Guna melengkapi berkas perkara dua tersangka, yaitu Ario dan Panji bersama tiga pelaku lainnya yang masih buron terkait perampokan dan pembunuhan, terhadap dua pekerja proyek jembatan di area Perusahaan Divisi 1 Blok C 27 PT Pinago Utama, Desa Sugiwaras Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (21/9) lalu.

Polsek Babat Toman yang dipimpin Kapolsek AKP Ali Rojkin SH didampingi Kanit Reskrim, Ipda Joharmen SH MSi beserta anggota menggelar rekontruksi di halaman Mapolres Muba, Kamis (31/10) .

Dalam rekontruksi 55 adegan tersebut terungkap detik-detik tersangka Amri (buron) menghabisi Julius dan Tarmizi dengan melepaskan sekali tembakan menggunakan senjata api rakitan (senpira) dari jarak beberapa senti meter ke arah dada Julius hingga tembus mengenai korban Tarmizi yang persis di belakang korban Julius.

“Hari ini kita lakukan rekontruksi untuk kelengkapan berkas bagi dua tersangka yang menyerahkan diri, yakni Ario dan Panji. Sengaja kita gelar di Mapolsek, untuk menghindari hal yang tak diinginkan, ” kata AKP Ali Rojikin.

Dalam reka ulang ini diperankan dua tersangka Ario dan Panji. Sementara ketiga tersangka yang DPO yakni Asep, Amri, dan Sudin diperankan oleh anggota Polsek Babat Toman. Sedangkan korban Sayuti, Julius dan Tarmizi diperagakan oleh peran pengganti.

“Tersangka Ario dan Panji berperan mengawasi dan berjaga agar korban tidak kabur. Tersangka Amri (DPO), menembak dada korban Julius tembut ke Tarmizi hingga keduanya tewas di TKP,” jelasnya.

Bahkan, kata mantan Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau ini, korban Sayuti yang diikat bahkan sempat ditembak, namun berhasil selamat lantaran senpira pelaku tidak mengeluarkan peluru. Korban berusaha melepaskan ikatan dan meminta tolong rekan kerja lainnya yang jauh dari lokasi mereka bertiga bekerja.

“Pasal yang kita kenakan 365 KUHP ayat 3 dan 4. Ancamannya hukuman mati, seumur hidup atau minimal 20 tahun penjara. Karena kedua tersangka turut terlibat melakukan pencurian dengan pembunuhan,” tegasnya.

Sedangkan, untuk tiga pelaku masih buron, Ali menegaskan, bahwa pihaknya tetap melakukan pengejaran serta mengimbau pihak keluarga agar bisa ikut membantu. “Kita terus imbau, bahkan nanti tindakan tegas bakal dilakukan,” terang Ali.

Dari pengakuan, Panji mereka berlima mendatangi tenda tempat korban beristirahat dengan menggunakan perahu ketek milik Amri. “Saya diajak oleh Amri, dan cuma ngawasi di luar tenda bersama Ario. Yang eksekusi itu Amri, Sudin dan Asep di dalam tenda,” tuturnya.

Ditanya berapa mendapat bagian dari penjualan barang hasil rampokan tersebut, keduanya mengaku belum menerima sepeserpun. “Kami belum dapat bagian sepeserpun, Pak,” ucap keduanya. (rom)