Diancam Begal Pakai Pistol, Motor Dirampas

Korban ditemani ayahnya ketika melapor ke SPKT Polresta Palembang, Kamis (31/10). Foto: Mizon/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kawanan begal bersenpi dan senjata tajam kembali beraksi di metropolis. Korbannya kali ini seorang remaja, Raden Muhammad Ryo Anggi Pratama (17), warga Jalan Depaten Lama, Kelurahan 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Kejadiannya, Rabu (31/10), sekitar pukul 15.30 WIB, di Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan IB I Palembang. Saat itu, korban bersama kedua temannyaAdit Pratama (17) dan Angga Apriansyah, sedang jalan-jalan sore. Korban seorang diri mengendarai sepeda motor Honda Beat Street BG 6895 ABY, sedangkan kedua temannya berboncengan dengan motor lain.

Saat melintas di TKP, tiba-tiba korban dipepet oleh dua orang tak dikenal menggunakan sepeda motor Mio Sporty dan langsung menghentikan korban. Lalu para pelaku mengeluarkan senjata api dan senjata tajam seraya mengancam korban agar menyerahkan sepeda motornya.

Lantaran takut, korban pun pasrah sepeda motornya dibawa kabur kedua tersangka. Setelah itu, korban minta diantar pulang bersama kedua temannya dan menceritakan kejadian tang menimpanya kepada orangtuanya.

Keesokan harinya, Kamis (31/10), Raden Muhammad Dendi (39), ayah korban, mengajak putranya tersebut melaporkan aksi begal yang dialami ke SPKT Polresta Palembang.

“”Waktu itu anak saya ini lewat di Jalan Demang Lebar Daun bersama kedua temannya. Begitu melintas di seberang Griya Agung, motornya di pepeta dua pelaku sambil menodongkan senpi dan pisau,” ujanya kepada petugas piket SPKT Polresta Palembang.

Menurut Dendi, akibat  kejadian itu dirinya mengalami kerugian sekitar Rp 18 juta. “Dengan adanya laporan ini, saya berharap pihak kepolisian bisa secepatnya menangkap kedua pelaku, karena mereka harus mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” tegasnya.

Sementara, Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri melalui Kanit II SPK, Ipda Juan Pahrul SH, membenarkan adanya laporan tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) alias begal tersebut.

“Laporannya sudah diterima, dan kita juga sudah melakukan olah TKP. Selanjutnya laporannya akan diteruskan ke Unit Reskrim untuk segera ditindaklanjuti,” kata Juan. (zon)