Terlibat Perampokan, Kepala Toko Divonis Tiga Tahun

Terdakwa ketika menjalani sidang vonis di PN Kayuagung. Foto: istimewa

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, akhirnya menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun kepada Ardian Bentar (30), oknum kepala toko Indomaret di Jalan Letnan Darna Jambi, Kelurahan Sukadana Kayuagung.

Warga  Dusun 1 Desa Ulak Jermun Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tersebut, dijatuhi hukuman lantaran terlibat dalam perampokan Indomaret Sukadana yang terjadi 7 Mei 2019 lalu, sekitar pukul 22.15 WIB bersama keempat temannya, Agus Herianto  alias Ujang,  Jalil (berkas terpisah), Jefri alias Jeb (DPO) dan Iwan (DPO). Akibatnya, PT Indomarco Prismatama mengalami kerugian senilai Rp 94 juta.

“Berdasarkan proses fakta-fakta di persidangan, perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian disertai dengan ancaman kekerasan dalam keadaan memberatkan. Terbukti melanggar dalam Pasal 365 ayat (2) ke-2 Kuhp,” kata Hakim Ketua, Eddy D Sembiring, Kamis (31/10)).

Sebelum kejadian, keempat pelaku  dihubungi oleh terdakwa dengan ponsel untuk menuju Indomaret menggunakan dua sepeda motor. Lalu setibanya  di TKP, tersangka Jalil menurunkan MCB  di  belakang toko sehingga listrik mati. Kemudian, terdakwa membuka pintu toko dan keluar untuk mengecek MCB listrik. Lalu saksi Firman yang  berada di bagian belakang toko mendekat ke arah saksi Nurhasanah areal Kasir.

Tiba-tiba M Jalil teman terdakwa masuk toko sambil mencekik leher terdakwa dengan menggunakan tangan kanan dan tangan kirinya memegang pisau. Selanjutnya, disusul oleh Agus masuk toko, Jalil berkata kepada terdakwa menanyakan tempat menyimpan uang sambil mendorong terdakwa dengan kasar agar tidak dicurigai oleh saksi lainnya.

Agus mengancam kasir Nurhasah dan Firman dengan senjata tajam jenis parang untuk tetap diam. Sedangkan Iwan dan Jefriansyah berjaga, Agus Herianto berjaga di luar toko Indomaret.

“Ketika sampai di tempat brangkas, Jalil menyuruh terdakwa membukanya, setelah itu mengambil uang yang ada dalam brangkas. Setelah itu Jalil berjalan ke pintu depan toko  sambil mencekik leher terdakwa, kemudian para tersangka melarikan diri dengan membawa uang curian,” tegasnya.

Bahwa dari hasil pencurian itu terdakwa mendapatkan bagian sebesar Rp 14 juta, sedangkan temannya masing-masing mendapatkan bagian senilai Rp 11 juta. Hanya Iwan mendapatkan bagian senilai Rp 500 ribu. (nur)