Inspektorat Ikut Mengawasi Pencairan Rehab Sekolah

Salahsatu bangunan sekolah masih dalam progres rehab melalui suntikan Dana Alokasi Khusus, Jumat (01/11/2019). Foto: Efvhan/Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Progres kegiatan rehab sekolah melalui suntikan dana alokasi khusus (DAK), tetap diawasi pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pagaralam. Baik itu pengerjaan di lapangan ataupun mekanisme tahapan pencairannya.

Hal ini dikatakan Kepala Disdikbud Kota Pagaralam, Cholmin Heriyadi SPd MPd, melalui Kabid Dikdasmen, Ardiansyah SPd kepada wartawan, Jumat (01/11/2019). Dia menyebutkan, terutama beberapa sekolah yang dikategorikan rehab berat dan serapan dananya cukup besar hingga ratusan juta lebih. “Tetap kita pantau di lapangan mengenai progresnya,” ujar Ardiansyah.

Begitupun dengan persoalan pencairan untuk pengerjaan rehab sarana pendukung di sekolah. “Ada tiga tahap untuk pencairan DAK rehab sekolah ini. Pertama, 25 persen sudah dicairkan. Saat ini masih progres pencairan tahap 2 sebesar 45 dari pagu yang dianggarkan sisanya 30 persen,” kata dia seraya menambahkan mengenai progres pengerjaan rehab sekolah ini sudah mencapai sekitar 25 persen lebih.

Khusus pencairan dana DAK agar tidak menyalahi, tentunya kata Ardiansyah, tidak hanya pengawasan dari Disdikbud, namun juga dari pihak Inspektorat. “Sebelum pencairan dana ke tahap berikutnya, terlebih dahulu diperiksa dokumen administrasinya, yakni hasil laporan di lapangan melalui laporan dari fasilitator dan pihak konsultan pelaksananya,” terangnya.

Lantas sejumlah sekolah yang perlu sedikit perhatian mengingat serapan dananya cukup besar ataupun rehab berat? Jawab Ardiansyah, membenarkan pengawasan sedikit ekstra terhadap beberapa sekolah. Diantaranya, SMP PGRI, SMP Nadhatul Ulama, SMP Negeri 6, SMP Negeri 2, SMP Negeri 5, SMP Negeri 8. Demikian juga untuk sekolah tingkat dasar seperti kompleks SD Negeri 5, 8, dan 11, termasuk SD Negeri 35 Jokoh, Kecamatan Dempo Tengah.

Dalam waktu dekat juga direncanakan ada pengawasan oleh tim melibatkan personel TP4D Kejari Kota Pagaralam. “Dengan sedikit ekstra pengawasan yang dilakukan, mencegah terjadinya pelanggaran dalam proses pengerjaan rehab sekolah. Tepat waktunya pengerjaan rehab sekolah, tergantung dengan proses pencairan, karena beberapa sekolah sudah ada yang menunggu untuk melanjutkan rehab sekolah,” pungkasnya. (faj)