Sapi Diputas Lalu Dipotong, Komplotan Pencuri Dibekuk

Tersangka Amri saat diamankan di Mapolsek Plakat Tinggi, Minggu (03/11/2019). Foto: Istimewa

SEKAYU, PALPOS.ID – Satu dari tiga tersangka komplotan pencuri sapi di lahan sawit divisi II Desa Sukajaya Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Muba, diamankan anggota Polsek Plakat Tinggi bersama warga setempat. Tersangkanya Amri (38), warga SP1 Kecamatan Plakat Tinggi kabupaten Muba.

Amri dibekuk saat akan mengambil sapi hasil curian yang sudah dipotong, Minggu (03/11/2019), sekitar pukul 00.30 WIB, di lokasi pencurian yakni di lahan sawit divisi II Desa Sukajaya. Sementara kedua temannya berhasil melarikan diri saat akan ditangkap polisi bersama warga.

“Semalam (malam kemarin) langsung kita amankan. Sedangkan dua orang lagi dalam pengejaran (DPO). Untuk barang bukti juga sudah amankan,” kata Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk, melalui Kapolsek Plakat Tinggi Iptu Teguh Hidayat SH.

Dikatakan Teguh, komplotan pelaku memang sudah merencanakan aksinya, sejak Sabtu (02/11/2019), sekitar pukul 15.30 WIB. Dimana, para pelaku memberi makan sapi sebanyak 3 ekor tersebut dengan dicampur racun putas. Tak lama kemudian sapi tersebut mabuk, dan para pelaku dengan cepat memotong 2 ekor sapi di lokasi. Sedangkan satu ekor sapi lari dan sampai saat ini belum ditemukan.

Setelah sapi dipotong, ketiga pelaku pergi terlebih dahulu sampai larut malam. Akan tetapi, aksi para pelaku diketahui pemilik sapi bernama Sumarno (37), warga Desa Sukajaya Kecamatan Plakat Tinggi yang terkejut menemukan sapinya sudah dipotong dan perutnya dibelah. Sumarno langsung melaporkan kejadian itu ke polisi.

‘’Warga bersama polisi langsung bersama-sama mengintai para tersangka yang diduga akan kembali mengambil sapi yang sudah terpotong. Sampai pada pukul 00.30 WIB, Minggu (03/11/2019), terlihat para tersangka kembali hendak mengambil sapi tersebut. Namun warga dan polisi yang sudah mengepung, hanya bisa menangkap satu tersangka yang ditinggal kabur kedua rekannya. Sampai saat ini tersangka masih diperiksa intensif dan korban sendiri mengalami kerugian Rp 30 juta,” tambahnya. (rom)