Kebakaran Menghantui Petani Karet di Banyuasin

Salah seorang pemilik kebun karet di Kelurahan Pangkalan Balai berjibaku memadamkan api, belum lama ini. Foto: Malyadi/hb/fin

BANYUASIN, PALPOS.ID – Musim kemarau belum berlalu, meskipun ada beberapa kali hujan mengguyur. Dampaknya pemilik kebun karet resah, mereka masih dihantui bahaya kebakaran kebun. Keresahan ini seperti dirasakan warga Pangkalan Balai, mereka masih berjibaku memadamkan api.

Badrun, salah satu warga mengaku terpakasa mengurangi jam tidur malam, dikarenakan bersiaga memadamkan api yang membakar rawa-rawa dekat kebun karet miliknya. “Malam kemarin api menyala di Sungai Aur, kalau naik membakar kebun karet kita yang rugi,” ungkap dia, Rabu (06/11/2019).

Apalagi beberapa waktu lalu, lanjut dia 20 hektar lebih kebun karet terbakar. Kejadian itu menimbulkan trauma bagi pemiliknya. “Kebakaran ini terus menghantui, menimbukan keresahan,” sambung dia.

Indra, warga lainnya mengharapkan pihak keamanan, seperti Polisi dan TNI menangkap pelaku pembakar hutan maupun kebun. “Dugaan kita ada yang membakar, titik api muncul dan membuat panik. Kami berharap ada pemantauan, kebakaran merugikan kami,” harap dia.

Dampak kebakaran juga menimbulkan kabut asap cukup pekat, membahyakan kesehatan masyarakat. “Kalu kita bangun pagi, asap tebal membuat mata pedih dan nafas agak sesak,” tegas dia.

Terpisah, Lurah Pangkalan Balai Abdullah Sani SSos mengimbau masyarakat, segera menginformasikan jika terjadi kebakaran hutan dan kebun. “Koordinasikan dengan kelurahan, kita akan teruskan ke BPBD Kesbangpol,” pungkas dia. (myd/hb/fin)