Tindak Tegas Produsen Mi dan Tahu Berformalin

Barang bukti tahu dan mie berformalin yang disita dari beberapa produsen di Kota Lubuklinggau, Rabu (06/11/2019). Foto: maryati/Palpos.ID

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Tidak bisa dibina, HM dan RD, dua produsen bahan makanan berupa mi basah dan tahu yang menggunakan campuran formalin di Kota Lubuklinggau, akhirnya ditindak tegas. Tindakan itu dilakukan setelah Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Lubuklinggau sudah terlebih dahulu melakukan pembinaan dalam kurun waktu setahun terakhir.

Penindakan tersebut dilakukan langsung tim gabungan dari BPOM Palembang dan BPOM Lubuklinggau, bersama Polda Sumsel serta Satpol PP Sumsel, Selasa (05/11/2019), sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala BPOM Lubuklinggau, Aidil Kurnia, didampingi Kabid Penindakan BPOM Palembang, Tedi Wirawan, dalam konferensi pers, kemarin menjelaskan, penindakan itu merupakan rangkaian kegiatan untuk menjamin obat dan makanan di Kota Lubuklinggau aman dari bahan berbahaya.

Namun sebelum tindakan tegas dilakukan, pihaknya sudah lebih dahulu melakukan pembinaan. “Pembinaan dilakukan secara bertahap sejak didirikannya BPOM Lubuklinggau November 2018 yang lalu,” ujar Aidil, Rabu (06/11/2019).

Kemudian tambahnya, pada Februari 2019 BPOM Lubuklinggau juga telah mengumpulkan 60 pedagang dan produsen bahan makanan di SMart Hotel, dalam rangka pembinaan agar mereka menggunakan pengawet makanan yang aman dari bahan berbahaya. “Kita juga melakukan pembinaan di Pasar Tadisional Simpang Periuk,” tutur Aidil.

Dari semua usaha tahu dan mie basah di Lubuklinggau ada dua produsen yang ditindak.  Produsen dimaksud, pertama produsen mie basah berinisial HM, yang memproduksi 100 kilogram mie basah mengandung formalin setiap harinya. Mie ini kemudian dijual ke Pasar Bukit Sulap Lubuklinggau dengan harga Rp5 ribu perkilogramnya.

Dari produsen mie ini, tim gabungan, mengamankan BB berupa mie basah 100 kilogram, dua unit mesin pembuat mie, cairan mengandung formalin dua jeriken. Selain HM, pihaknya juga menindak RD produsen tahu putih yang diduga mengandung formalin. Setiap harinya HD memproduksi 12 ribu butir tahu dari 300 kilogram kedelai. Dari RD, tim gabungan mengamankan BB 8.200 tahu putih, cairan mengandung formalin satu ember, berikut dokumen usaha (SITU, SIUP). (mar)