Warga Pertanyakan Plasma 270 Hektare PT SAP

Ilustrasi. foto: ist/net

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Sejumlah masyarakat Dusun VII dan VIII Desa Cengal Kabupaten OKI, mempertanyakan komitmen PT Sentosa Agri Prima (SAP) terkait plasma yang merupakan hak bagi 150 Kepala Keluarga (KK) dengan luas lahan 270 hektare.

Padahal, plasma tersebut sudah tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Nomor 1026/KEP/DE.PERKE/2015 Tentang Penetapan calon petani dan calon lokasi kelapa sawit pola kemitraan wilayah Koperasi Karya Makmur Desa Cengal Kecamatan Cengal dengan PT Sentosa Agri Prima, yang ditandatangani tanggal 23 November 2015 oleh Bupati OKI H Iskandar SE.

“Kendati telah ada SK Bupati, namun sejak tahun 2015 yang lalu hingga sekarang, PT SAP sepertinya tidak peduli dengan ketentuan yang harus diberlakukan seperti yang tertuang dalam surat tersebut,” jelas salah seorang putra asli Desa Cengal, Idham Abukusim, Selasa (05/11/2019).

Menurut Idham, dugaan pembangkangan terhadap ketetapan kepala daerah tersebut, lantaran antara masyarakat dengan PT SAP belum pernah dilibatkan dalam penandatanganan kontrak petani plasma pola kemitraan melalui Koperasi Karya Makmur.

“Meski masalah ini telah berjalan 4 tahun lebih, jangankan kontrak kerjasama, hingga kini kami belum mendapatkan kejelasan tempat lokasi plasma, maupun bentuk kerjasamanya seperti apa,” ungkapnya kecewa.

Bahkan lebih dari itu, sambung Idham, PT SAP juga berkewajiban menggelontorkan CSR sebagai komitmen memberdayakan masyarakat disekitar perusahaan. Ia bersama warga berharap pemerintah turut membantu  memperjuangkan hak masyarakat yang telah dirampas perusahaan.

Sementara itu Camat Cengal Muhammad Taufik kepada wartawan mengatakan, tuntutan masyarakat terhadap PT SAP semata-mata memperjuangkan hak sebagai bagian dari plasma perusahaan merupakan kewajaran.

“Perusahaan yang lebih paham aturan, baik secara hukum maupun aturan lainnya, seharusnya menyikapi tuntutan masyarakat sesuai aturan dan kesepakatan. Terlebih hal ini sudah diatur dalam surat keputusan bupati. Wajar saja jika masyarakat menuntut,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perkebunan dan Perternakan Kabupaten OKI Aris Fanani, ketika dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp (WA), mengaku sedang di luar kota. “Baru masuk pesawat. Dinas luar,” singkatnya. (nur)