Gubernur HD: Pengusaha Juga Wajib Terampil Marketing

Gubernur Sumsel H Herman Deru meninjau salah satu hasil kerajinan calon pengusaha baru binaan Balai Latihan Kerja PPIKT Disnakertrans se-Sumsel, Kamis (07/11/2019). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sebanyak 6.036 calon wirasuaha baru yang berasal dari 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel, dilepas ke dunia kerja oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru di Gedung Serba Guna PT Pusri, Rabu (05/11/2019) sore.

Mereka ini merupakan lulusan yang telah dibina dari Balai Latihan Kerja (BLK) PPIKT Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) se-Sumatera Selatan.

Di hadapan ribuan calon pengusaha baru itu, Gubernur HD membagikan tips penting. Sebagai Kepala Daerah dan juga pengusaha sukses, Ia mewanti-wanti agar calon wirausaha baru ini tidak hanya terampil bekerja, tapi juga wajib terampil dalam urusan marketing.

“Mereka harus tahu bahwa tantangan terbesar dalam berusaha itu adalah marketing. Kita berani melepas mereka karena sekarang sudah ada keterampilan dan pengetahuan tentang pemasaran. Jadi berani kita lepas,” jelas HD.

HD berharap para anak muda yang sudah memiliki keterampilan dari 20 bidang keahlian ini, bisa menciptakan lapangan kerja baru dan menurunkan angka pengangguran di Sumsel.

“Karena rata-rata masih muda mereka tentu dapat mengedukasi sahabat-sahabat mereka dari kalangan muda atau milenial. Dengan target tercipta lapangan kerja baru dan segera menurunkan angka kemiskinan. Yang tanda-tandanya mulai terlihat saat ini,” papar HD.

Yang tak kalah penting lagi, calon pengusaha baru tak boleh gengsi atau hanya sibuk mengatur penampilan sehingga melalaikan kerja dan tujuan utama. Sekarang ini, menurutnya, pengusaha baru harus berani berpacu meningkatkan kreasi pemasaran dengan fasilitas yang ada.

Dengan keahlian menjahit, service AC, atau otomotif, tata boga dan kecantikan yang mumpuni, Ia meyakini calon pengusaha baru ini akan cepat diterima pasar kerja. Asalkan mulai belajar terampil melakukan pemasaran produk atau jasa keahlian.

“Dalam waktu dekat akan buka Program Internet Desa di Sumsel. Ini artinya kesempatan memasarkan secara digitial bukan hanya untuk masyarakat kota, tapi juga di desa bisa,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumsel H Khoimuddin, melalui Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas (Latas) Mansyur Husin MSi menjelaskan, pelepasan calon wirausaha baru ini merupakan rangkaian Kegiatan Disnakertrans menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Sumsel.

“Ini salah satu upaya kita dalam percepatan penciptaan lapangan kerja. Jadi kita latih sebanyak 6.036 orang yang dibagi dalam 20 kejuruan. Serta bimbingan konsultasi bagi 830 orang wirausaha yang telah dilatih juga oleh Disnakertrans,” jelas Mansyur. (nov/bar)