Tak Punya Uang Beli Beras, Tukang Ojek Kuras Uang Kotak Amal

Billal membawa kotak amal masjid yang dibobolnya, digiring polisi ke Polsek Talang Ubi. Foto: istimewa

PALI, PALPOS.ID – Sungguh miris nasib Syamsul Billal (50), warga Gang Masjid, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Pasalnya pria yang kesehariannya sebagai penarik ojek ini, nekat mencuri isi kotak amal Masjid Muklisin di komplek Pertamina, Kecamatan Pendopo, lantaran tidak ada uang untuk membeli beras.

Billal ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Talang Ubi di rumahnya, Kamis (7/11), sekitar pukul 12.15 WIB, setelah aksinya mencuri uang kotak amal di dalam masjid Muklisin yang terekam kamera CCTV, viral di group WhatsApp dan media sosial lainnya.

Selain meringkus tersangka, polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa satu kotak amal berbahan aluminium, beberapa lembar uang pecahan seratus ribu, lima puluh ribu dan puluhan ribu dengan total Rp 580 ribu.

Saat akan ditangkap, tersangka berupaya kabur melalui pintu belakang rumahnya. Namun upaya tersebut gagal dilakukan, sebab di setiap sudut rumah telah dijaga oleh anggota Reskrim. Akhirnya, Billal menyerah dan diamankan, kemudian langsung dibawa ke masjid Muklisin untuk dilakukan pra rekon dan Billal pun mengakui perbuatannya.

Sementara istri Billal sebut saja Nira, saat itu baru pulang dan sempat memarahi polisi yang hendak membawa suaminya ke Polsek Talang Ubi.

“Ada apa ini, suami aku ada di dalam. Jangan ribut-ribut, bawa saja suami ku. Diam-diam saja, malu dilihat dan didengar tetangga,” kata Nira kepada anggota yang hendak membawa suaminya.

Saat ditemui di Polsek Talang Ubi, Billal mengaku terpaksa melakukan pencurian itu, lantaran tidak ada uang untuk membeli beras. Sementara, hasil sebagai tukang ojek berkurang karena sepi penumpang.

“Saya datang ke masjid menggunakan motor Yamaha Jupiter Z, sekitar pukul 10.15 WIB, dengan memakai baju koko lengkap dengan peci coklat dan membawa besi. Lalu saya masuk ke dalam masjid, membuka kotak amal dengan cara merusak kuncinya. Uangnya saya masukkan ke dalam tas, satelah itu langsung pulang ke rumah,” jelasnya.

Pria bertato yang belum dikarunia anak ini, mengaku baru satu kali melakukan pencurian kotal amal. “Baru sekali, Pak. Uang yang saya curi dari kotak amal masjid tadi, baru saya belikan rokok dua bungkus,” ujarnya.

Kapolsek Talang Ubi, Kompol Okto Iwan Setiawan melalui Kanitreskrim, Ipda Muhammad Arafah mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari imam masjid terkait adanya aksi pencurian kotak amal yang terekam CCTV.

“Kemudian berbekal rekaman CCTV itu, kita melakukan pengembangan hingga berhasil mendapat identitas serta alamat rumah pelaku. Selanjutnya anggota langsung bergerak ke kediaman tersangka dan berhasil mengamankannya bersama barang bukti. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,” terangnya.

Terpisah, Adi Wijaya, imam masjid Muklisin menjelaskan, awalnya pengurus masjid melihat  kunci kotak amal dalam keadaan sudah rusak. Kemudian dilakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV, dan didapati ada pencuri yang sedang beraksi. Selanjutnya rekaman CCTV tersebut dilaporkan ke pihak Polsek Talang Ubi.

“Aksi pencurian baru diketahui setelah pengurus melihat gembok kotak amal rusak, dan mengecek CCTV. Pencurian kotak amal di masjid kita ini, baru pertamakali terjadi dan diharapkan tidak akan terulang lagi,” tandasnya. (zon)