Termakan Rayuan Kekasih, Baby Sitter Curi 35 Gram Emas Milik Majikan

Pasangan kekasih bersama barang bukti diamankan di Polsek Sukarami, Kamis (7/11). Foto: deni/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Baru sebulan bekerja sebagai baby sitter di rumah dr Ayu Lestari (27), warga Jalan Tanjung Api Api, Villa Melati, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami. Reta (19), warga Jalan Muara Kelingi, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, mencuri 35 gram emas senilai Rp 30 juta milik majikannya.

Reta melakukan pencurian, Sabtu 19 Oktober 2019, bersama kekasihnya J alias W (15), warga Jalan KH Azhari, Lorong Sei Semajid, Kecamatan SU I Palembang. Pasangan kekasih tersebut ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Sukarami, setelah melakukan penyelidikan atas laporan korban.

“Waktu itu dia nelpon dan merayu saya, lalu menanyakan barang berharga di tempat saya bekerja. Saya jawab ada, katanya ambil saja untuk dijual,” ujar Reta, Kamis (7/11).

Sedangkan tersangka J alias W, mengakui jika dirinya yang menyuruh Reta untuk mencuri emas di rumah korban. Sedangkan  menunggu di depan rumah dengan mengendarai sepeda motor Yamah Mio BG 6765 ABN.

“Emas itu aku jual Rp 15 juta. Uangnya kami belikan Hp, pakaian dan kebutuhan kami berdua, sisanya tinggal Rp 400 ribu. Kami baru setahun pacaran,” ucap remaja putus sekolah ini.

Kanit Reskrim Polsek Sukarami, Iptu Hermansyah mengatakan, aksi pencurian diketahui setelah korban yang berprofesi dokter pulang ke rumah dan mendapati emas simpanannya sudah tidak ada di tempat. Lalu korban memanggil saksi Natia, asisten rumah tangga yang bertugas membersihkan rumah.

“Dari keterangan saksi, bahwa pernah melihat tersangka Reta memberikan sesuatu kepada seorang lelaki yang menunggu di depan rumah,” kata Iptu Hermansyah.

Bersama kedua pelaku turut diamankan satu unit sepeda motor, dua unit ponsel dan uang Rp 400 ribu. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Saat ini kedua pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut, dan secepatnya berkas akan dikirim ke Kejaksaan untuk masuk proses peradilan,” pungkasnya. (den)