Usai Transaksi Hp, Tangan Agus Ditebas Parang

Kedua pelaku diamankan anggota Unit Tekab Satreskrim Polresta Palembang, Kamis (7/11). Foto: Mizon/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Irwansyah als Iwan (23), warga Jalan Pangeran Antasari, Lorong Basawah, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan IT I, dan Rm Afrizani als Eza (19), warga Jalan Pangeran Antasari, Lorong Khotib, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan IT I Palembang, diamankan anggota Unit Tekab 134 Satreskrim Polresta Palembang di rumahnya masing-masing, Kamis (7/11), sekitar pukul 10.15 WIB.

Dua sekawan ini diamankan karena melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), terhadap M Agus Rahmat (19), warga Jalan Sukabangun I, Lorong Kito, Gang Amal, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, pada Jumat (1/11), sekitar pukul 01.10 WIB di Jalan Segaran tepatnya di depan nasi goreng Slamet Palembang.

“Benar, kedua pelaku ditangkap anggota Unit Tekab yang dipimpin Kanit Iptu Tohirin. Sekarang kedua pelaku beserta barang bukti sebilah sajam jenis parang dan satu unit ponsel sudah diamankan di Mapolresta Palembang,” kata Kasatreskrim, Kompol Yon Edi Winara, Kamis (7/11).

Aksi curas tersebut, kata Yon, bermula ketika korban memposting di akun facebook untuk mencari ponsel jenis android dengan dana Rp 1 juta dan menampilkan nomor WhatsApp agar bisa dihubungi. Setelah 30 menit memposting di facebook, pelaku Eza menghubungi korban dan terjadilah kesepakatan harga dan lokasi pertemuan.

“Setelah bertemu dengan pelaku Eza, korban menyerahkan uang Rp 950 ribu dan menanyakan ponsel yang di jual oleh pelaku. Setelah ponsel di tangan korban, tidak lama kemudian datang pelaku  Iwan langsung merampas ponsel yang sudah dibeli korban dan membacok korban dengan parang,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian Rp 950 ribu serta luka bacok di tangan. Lalu melaporkan kejadian yang menimpanya ke Mapolresta Palembang.  “Atas laporan korban anggota kita melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di kediamannya masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku Eza mengakui  telah melakukan tindak pidana curas bersama pelaku Iwan. “Saya bertugas mengalihkan perhatian korban saat melakukan transaksi. Iwan sebagai eksekutor yang melakukan pembacokan terhadap korban,” jelasnya. (zon)