Gubernur HD Ingin Desa Maju Lewat Internet Desa

Gubernur Sumsel H Herman Deru mencoba internet desa bersama Ketua TP PKK Sumsel Hj Feby Deru, Minggu (10/11/2019). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Desa yang belum terjangkau jaringan internet di Sumsel, tidak lama lagi akan merasakan akses internet di desanya melalui program Internet Desa. Tahap awal sebanyak 34 desa/kelurahan yang tersebar di 17 kabupaten/kota se-Sumsel yang diseleksi berdasarkan usulan kabupaten/kota segera akan dipasang jaringan internet.

Rencananya Gubernur Sumsel Herman Deru akan melaunching program Internet Desa dan website desa “Sumsel Maju Untuk Semua” tersebut pada Senin (11/11/2019) di Palembang, Sekaligus akan melakukan video confrence dengan Masyarakat di Desa yang mendapat Internet Desa.

Untuk diketahui, Tahun 2019 ini 170 Desa mendapat Web Desa yang akan terintegrasi Internet Desa. Web Desa bertujuan agar setiap Desa dapat mempromosikan potensi unggulan UMKM Desa dan mendapat informasi dari sana.

Dalam rangka mewujudkan internet desa ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan PT. ICON + yang merupakan anak perusahaan PLN. Jalur akses internet di desa akan menggunakan jalur fiber optic dengan terintegrasi jalur jaringan PLN.

Setiap Desa akan dijatah dua titik hotspot atau pancaran akses internet gratis tersebut. Kantor desa dan area publik di desa akan menjadi titik pemasangannya. Nantinya perdesa akan dijatah kecepatan internet 5 Mbps setiap bulannya.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, program internet masuk desa ini merupakan janji kampanye, mewujudkan internet masuk desa. Demi terciptanya Sumsel maju untuk semua, dan berharap dengan adanya program Internet Desa ini semoga memberikan manfaat untuk kemajuan desa.

Sementara itu Anggun Prisma, Miss Internet Indonesia 2017 asal Sumsel menyambut baik program internet desa dari Gubernur Sumsel tersebut. Saat di bincangi awak media Anggun berharap agar akses internet di desa bisa menjadi pintu gerbang kemajuan desa, namun dia juga berpesan agar kiranya masyarakat desa juga dibekali dengan edukasi cara menggunakan internet yang baik dan benar serta bagaimana menangkal hoax dan radikalisme yang kontennya bertebaran di internet. (nov/bar)