Petani di Banyuasin Masih Kumpulkan 15 Karung Gabah

Gabah yang diratakan oleh petani ketika waktu panen, Sabtu (16/11/2019). Foto: jauhari/hb/fin

BANYUASIN, PALPOS.ID – Meski sempat dilanda kemarau, sejumlah petani di wilayah Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, masih bisa memperoleh hasil panen. Salah satu caranya dengan memompa air sungai yang hampir surut akibat kemarau, untuk mencukupi kebutuhan air.

Romlan, petani di Desa Lubuk Lancang, mengaku memanfaatkan air alam tersebut untuk pengairan selama kemarau berlangsung kemarin. Dengan memakai mesin pompa, air suplay langsung ke lahan yang dipenuhi tanaman padi tersebut.

Pada lahan seluas setengah hektar, ia masih bisa memanen sebanyak 15 karung. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding masa tanam penghujan yang dapat menyentuh 45 karung.

Penurunan produksi padi, disebabkan kurangnya pasokan air. Meski memiliki fasilitas air sungai dengan kedalaman 3 meter, namun debit air menyusut selama kemarau. Pada kondisi normal, air bisa mengaliri air seluas setengah hektar selama berminggu-minggu. Namun selama kemarau, ia harus menunggu selama dua jam untuk memompa karena debit air menyusut.

Selain kurangnya pasokan air, Kadus Dusun 1 ini menyebut hama tikus ikut menurunkan produksi padi pada lahan sawahnya. Meski sudah melakukan dua kali pemupukan sebanyak 7 kuintal, di antaranya 3 kuintal pupuk Urea dan 4 kuintal pupuk NPK, produksi padi tetap tidak maksimal.

Meski hasil minim, dibandingkan sejumlah petani lain di Suak Tapeh yang gagal panen, ia masih mendapatkan gabah kering panen (GKP). “Berbagai langkah untuk peningkatan produktivitas padi telah dilakukan, namun karena pasokan air kurang, bulir padi kurang berisi ditambah imbas hama tikus,” ungkap dia, Minggu (17/11/2019).

Meski harga GKP di tingkat petani pada masa tanam mencapai Rp 4 ribu per kilogram, ia memilih menyimpan hasil panen di gudang miliknya.“Lebih baik menyimpan gabah untuk cadangan, karena hasil panen tidak maksimal, cukup untuk kebutuhan harian tidak perlu jual,” ungkap dia. (jau/hb/fin)