Anne Avantie: Perempuan Sumsel tak Boleh Rapuh

Perancang Kebaya, Anne Avantie, memasang salah satu kebaya kepada Ketua Dekranasda Sumsel Hj Feby Deru, Kamis (21/11/2019). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – “Ibu-ibu tidak sendiri. Ibu-ibu tidak sendiri. Saya tahu tangis ibu. Air mata ibu-ibu juga air mata saya. Ibu tidak sendiri…! karena saya juga pernah mengalami saat-saat yang tidak baik. Tidak boleh ada ibu yang rapuh. Kita harus tetap punya keputusan yang baik,” demikian Anne Avantie memulai motivasinya.

Ya, Anne Avantie, perancang kebaya kenamaan internasional itu, Kamis (21/11/2019) pagi, hadir di Griya Agung. Ia hadir untuk mengisi seminarnya bertajuk “Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu” di hadapan ribuan wirausaha dan Dekranasda Sumsel. Seminar itu sendiri dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Ketua Dekranasda Sumsel Hj Feby Deru.

Dikatakan Anne, sebagai pengusaha yang memulai bisnis dari nol. Ia paham betul segala kendala yang dihadapi para pengusaha perempuan yang hadir dalam seminar tersebut. Menurutnya ibu-ibu pengusaha jangan pernah merasa sendiri, karena sebelum sukses seperti sekarang Iapun merasakan pahit getir yang sama saat menjalankan usaha kebayanya.

Menurut Anne, bukan karena sekarang ia telah sukses sehingga tidak merasakan berlikunya perjuangan para pengusaha. Sebaliknya karena Ia tahu betul perjuangan itulah Ia datang ingin memberikan semangat secara langsung.

“Saya mengerti kenapa saya harus ada di sini. Karena saya ingin ibu-ibu disini tahu kalau saya pernah merasakan hal yang sama. Bikin baju bagus dicontek teman sendiri dijual dengan harga murah. Siapa tidak sakit?sakit sekali sampai nancep ke sumsum tulang belakang. Tapi apa karena itu kita harus menghabiskan waktu kita buat berantem? Tidak. Saya disini bukan mau pamer kebaya mahal tapi saya ingin menghapus tangis ibu-ibu dan perempuan di Sumsel agar tidak rapuh dan menjadi lebih kuat,” jelas wanita yang sudah tiga dekade berkiprah di dunia desainer itu dengan tegas.

Di tempat yang sama Ketua Dekranasda Sumsel Hj Feby Deru mengatakan, sangat berterima kasih karena Ibu Anne Avantie sudah mau mengelar kegiatannya di Palembang mulai 20 November sampai 1 Desember mendatang. Ia berharap banyak ilmu yang didapat dari seminar Anne Avantie.

“Harapan kami ini dapat mendorong potensi kerajinan Sumsel. Sehingga kami bisa berkontribusi dalam pembangunan Sumsel yang berbasis ekonomi kerakyatan, pertanian, industri dan UKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran di kota dan desa,” jelasnya. (nov/bar)