Berkedok Warung Kopi, Sediakan Wanita Penghibur, Sekali Kencan Rp 150 Ribu

Anggota Satpol PP Banyuasin mengintrogasi diduga salah satu diduga wanita penghibur di warung kopi yang ditutup, Kamis (21/11). Foto roni/hb/fin

BAYUASIN, PALPOS.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyuasin, menutup salah satu warung kopi di depan SPBU Desa Pulau, Kecamatan Sembawa, lantaran terbukti menyediakan wanita penghibur, Kamis (21/11), sekitar pukul 13.00 WIB.

Kasatpol PP Pemadan dan Penyelamat Banyuasin, Drs H Indra Hadi MSi melalui Kabid Perda Abdul Adjis SH MSi menyebutkan, warung kopi milik TS itu terbukti melanggar Perda Nomor 33 Tahun 2015 tentang penyalahgunaan tempat tertentu dan melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2009 tentang ketentraman dan ketertiban umum.

“Ya, benar hari ini (kemarin) kita menutup salah satu warung kopi di Ruko depan SPBU Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa. Sebab warung milik TS itu menyediakan wanita penghibur alias prostitusi,” jelas Abdul Aziz.

Dikatakannya, warung kopi tersebut sudah lama beroperasi, namun setiap kali dilakukan razia selalu bocor. Namun kali ini berhasil, dan mengamankan lima wanita yang diduga kupu-kupu malam yang bersedia melayani pria hidung belang.

“Beroperasi kurang lebih satu tahun, tapi setiap kali dirazia selalu bocor. Tadi kita amankan lima wanita termasuk mucikarinya untuk dibina, lalu kita kembalikan ke rumahnya masing-masing. Di ruko tersebut, di atasnya memang disediakan bilik-bilik untuk melakukan hubungan terlarang,” kata Adzjis didampingi Kasi Perda Bustanil Aripin.

Menurutnya, tarfi untuk sekali kencan di warung esek-esek tersebut berkisar Rp 150 sampai Rp 200 ribu. Wanita penghiburnya sendiri, berasal dari Kabupaten Banyuasin dan ada juga dari luar daerah Banyuasin.

“Yang bertamu di sana kebanyakan para supir dan orang terdekat di wilayah tersebut. Memang ada mucikarinya untuk menawarkan wanita malam itu,” kata dia.

Pihaknya mengimbau kepada pemilik warung kopi agar membuka usaha yang benar. Jika tidak pihaknya akan memberikan sangsi tegas sesuai peraturan yang berlaku. “Kita akan terus melakukan razia untuk menciptakan Banyuasin religius sesuai visi dan misi Bupati Banyuasin,” pungkasnya. (ron/hb/fin)