Feby Deru dan Anne Avantie Motivasi Anak YPAC

Ketua TP PKK Sumsel Hj Feby Deru dan Anne Avantie disambut anak-anak YPAC Kota Palembang, Kamis (21/11/2019) siang. Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Aktifitas yang padat di sepanjang hari, tak membatasi Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru untuk tetap melaksanakan kegiatan sosial bersama tim penggerak PKK Sumsel.

Setelah membuka seminar bertajuk “Tak Selamanya Mendung Itu Kelabu” dengan pembicara Anne Avantie di Griya Agung, Feby Deru bersama Anne Avantie dan Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya, berkunjung ke Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Kota Palembang, Kamis (21/11/2019) siang.

Kunjungan tersebut dimaksudkan Feby Deru untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para siswa YPAC dan orang tuanya. “Iya saya mengajak Bu Anne Avantie, perancang busana Indonesia bertaraf Internasional untuk memberikan motivasi juga semangat kepada para siswa YPAC serta orang tua siswa, agar mereka memiliki keinginan untuk maju menatap masa depan, meskipun mereka adalah penyandang disabilitas,” ungkap Feby.

Menurutnya, para orang tua tentu tidak bisa selamanya akan terus bisa melindungi dan mendampingi anak-anak disabilitas tersebut. Dilanjutkan ibu empat putri dan dua cucu itu, dirinya merasa terharu melihat dan menyaksikan serta berinteraksi langsung dengan siswa YPAC.

Feby Deru mengaku kedepan pihaknya akan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para siswa melalui OPD terkait, seperti Dekranasda misalnya. “Tentu kita akan bantu dengan memberikan pelatihan, agar skill mereka makin terasah,” katanya. Selain itu, Ketua TP PKK Sumsel juga menyerahkan alat bantu dengar kepada siswa tuna rungu.

Sementara Anne Avantie – perancang busana kondang Indonesia, yang kiprahnya di dunia mode tak perlu dipertanyakan lagi tampak tak canggung berinteraksi dengan anak-anak siswa YPAC.

Anne Avantie begitu membaur dan asyik bertukar sapa dengan para siswa. Anne Avantie mengisahkan dirinya sudah tak asing lagi dengan anak-anak disabilitas dalam kesehariannya. “Saya memiliki Yayasan Anne Avantie. Ada sejumlah yayasan yang saya punya. Salah satunya Yayasan Bina Bunda Sahabat Disabilitas Talenta Anak Berkebutuhan Khusus yang bertujuan memberikan pembekalan ketrampilan bagi penyandang disabilitas, salah satunya membatik dan menyulam,” terangnya. Pada kesempatan itu salah seorang siswa tuna daksa (cacat tubuh) Ali Amin unjuk kebolehan membaca puisi dengan judul Berpendidikanlah yang berhasil memukau para hadirin. (nov/bar)