Oknum Kades Rambai Diduga Tilap Insentif Ustad

Ilustrasi. Foto: ist/net

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Oknum Kades Rambai Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten OKI berinisial AF diduga menggelapkan dana insentif beberapa ustad/ustadza senilai puluhan juta rupiah.

Dugaan tersebut mencuat setelah beberapa guru TK/TPA Nurul Fatah menanyakan bantuan pemerintah berupa honor pengajar yang bersumber dari APBN melalui pos kegiatan Pelaksanaan Pembangunan Desa tak pernah diberikan kades.

Salah seorang pengajar, Deli Andika kepada awak media mengaku sejak tiga tahun terakhir, ia bersama teman lainnya tak mendapatkan insentif yang seharusnya diperolehnya setiap bulan.

Selama praktik dugaan penggelapan gaji tersebut berlangsung, ia menyebut hasil kejahatan ditaksir berkisar puluhan juta rupiah hingga ratusan juta masuk kantong pribadi oknum kades.

“Sedangkan kami sendiri cukup kesulitan. Sudah berulangkali mendesak kades untuk memberikan hak kami sebagai pengajar, tetapi dengan berbagai dalih, ia justru menyuruh kami untuk bersabar,” terangnya kesal, Jumat (22/11/2019).

Kendati demikian, menurut Deli, Kades pernah berjanji memenuhi seluruh kewajibannya yang tertuang dalam Surat Perjanjian diatas Materai yang dibubuhkan tandatangannya, dengan saksi masing-masing pihak pada  Sabtu (28/09/2019) yang lalu.

“Waktu itu Kades sempat memberikan Rp10 juta yang disebutnya sebagai dana awal saja. Sedangkan pelunasannya, Kades berjanji kembali menemui tanggal 15 Oktober dengan membawa kekurangan sebesar Rp90 juta,” terangnya.

Terkait tudingan terhadap dirinya, Kades Rambai, AF kepada wartawan mengatakan sejak  2017 hingga 2019, ia mengklaim telah memberikan gaji insentif TK/TPA. Kades juga beranggapan kabar miring terhadap dirinya hanya rekayasa semata.

“Itu kan hanya mengada ada. Kalau guru ustad dan ustadza tidak senang silakan lapor kemana saja saya hadapi,” tantangnya.

Sementara itu, Camat Pangkalan Lampam Thuiyan Zasmika menyarankan untuk lebih dulu menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat.  “Kasus ini sudah ditangani pihak Inspektorat OKI. Kita lihat rekomendasinya terkait hal ini seperti apa,” tandasnya. (nur)