Dewan dan Pegawai Pemprov Terancam Tak Gajian

Hj RA Anita Noeringhati saat memimpin rapat paripurna beberapa waktu yang lalu. Foto ist/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Saat ini hampir semua Kabupaten/kota di Sumsel telah menyelesaikan pembahasan APBD 2020. Namun tidak demikian dengan Pemprov Sumsel, hingga hari ini APBD 2020 masih dibahas. Akibatnya seluruh pegawai dan DPRD Provinsi terancam tidak gajian.

“Kami selesaikan dulu APBD Sumsel 2020 ini, kalau tidak selesai  tidak gajian se-Sumsel ini. Kemarin kami konsultasi ke Kemendagri karena berkas KUA PPAS itu kami terima 4 November sehingga waktu yang diperuntukkan ke kita sampai 30 November, sementara proses yang kita lalui panjang. Karena itu kita sama-sama kemarin ke Kemendagri yang harusnya tatanan itu sudah ada aturannya,” kata Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati ketika ditemui di DPRD Sumsel, Senin (25/11/2019).

Meskipun menurutnya, Kemendagri telah memberi tenggat waktu penyusunan APBD Sumsel tahun 2020 hingga 30 November. Dengan adanya keterlambatan pengesahaan KUA-PPAS RAPBD Sumsel 2020 tersebut.

“Maka bisa saja akan ada penundaan gaji bagi Gubernur dan Wagub, ASN serta honorer di lingkungan Pemprov Sumsel selama 6 bulan kedepan. Dampaknya jelas di dalam PP dan UU, kalau keterlambatan itu bisa dibuktikan disengaja oleh eksekutif, maka ada penundaan 6 bulan gaji, kalau dewannya tidak. Tapi ini belum pernah dicoba di Sumsel, sehingga saya belum bisa menyampaikan dampaknya, siapa yang akan merasakan,” kata Anita.

Dengan molornya waktu yang disampaikan ke DPRD, pihaknya tetap menjalankan fungsi budgeting. Untuk pembahasannya akan diagendakan pada 11 Desember. Padahal ada beberapa hal perlu disinkronisasikan tentang beberapa pemahaman, persamaan aspirasi jaringan dari anggota dewan, yang harus dimasukam ke KUA dan PPAS.

Sedangkan Sekda Sumsel H Nasrun Umar mengaku optimis, pengesahan KUA- PPAS APBD Sumsel 2020 akan tepat waktu, meski legislatif sudah pesimis. “Saya punya keyakinan dapat diselesaikan dengan beberapa waktu yang ada, tidak ada yang tidak mungkin kita tetap optimis. Mepet atau tidak yang penting selesai,” katanya ketika ditemui di DPRD Sumsel, Senin (25/11/2019). (opa)